Pelantikan tak ada Analisis Jabatan, Walikota Bima Dituding tidak Profesional

Kota Bima, Kahaba.- Pelantikan puluhan pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkot Bima pekan kemarin disorot Ketua Komisi I DPRD Kota Bima M Irfan. Pasalnya, menurut dia pelantikan kemarin tidak lebih dulu dilakukan analisis jabatan, sehingga muncul dan dibacakan nama jabatan yang tidak sesuai dengan nomenklatur. (Baca. Pelantikan Kemarin Diduga Cacat Hukum dan Administrasi, Tidak Sesuai Nomenklatur Baru)

Anggota DPRD Kota Bima M Irfan. Foto: Bin

“Pelantikan kemarin itu tidak ada analisis jabatannya. Sehingga Walikota Bima juga asal melantik, tidak profesional melihat kebutuhan organisasi,” tuding Irfan, Senin (3/8). (Baca. Ini Nama-Nama Pejabat yang Dilantik Walikota Bima)

Menurut Duta PKB itu, mestinya sebelum melantik pejabat, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) harus bekerja dan teliti melihat kebutuhan organisasi. Apakah yang dilantik sesuai dengan regulasi atau tidak.

“Pelantikan tersebut juga telah melanggar regulasi. Perwali yang telah ditandatangani sendiri oleh Walikota Bima, telah dilanggar sendiri,” ujarnya.

Kata Irfan, mutasi dan pelantikan yang digelar oleh Walikota Bima ini semakin hari semakin tidak melihat kebutuhan organisasi. Pemerintah lebih mementingkan jabatan eselon III dan IV. Sementara untuk jabatan eselon II yang masih pelaksana tugas (Plt) tidak pernah dipikirkan, padahal jabatan kepala dinas juga jabatan strategis yang harus didevinitifkan.

“Itu kenapa jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Dinas Tenaga Kerja yang masih PLT itu tidak didevinitifkan. Justru yang diutak atik ini hanya jabatan Kasi, Kasubbag dan Kabag,” sorotnya.

Irfan pun berharap kepada Walikota Bima, terutama Baperjakat untuk lain waktu bisa lebih teliti melihat regulasi, dan melakukan analisis jabatan secara maksimal agar proses mutasi dan pelantikan ini meninggalkan luka bagi yang lain atau masalah.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *