Ungkapan Hati Nakes, Wajah Buruk Penanganan Covid-19 di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Cerita diungkap salah seorang tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas (PKM) Paruga yang positif Covid-19 karena tidak ada pelayanan maksimal, dinilai oleh wakil rakyat sebagai wajah buruk penanganan wabah berbahaya tersebut di Kota Bima. (Baca. Begini Cerita Nakes Positif Covid-19 yang tidak Dapat Pelayanan dari Tim Gugus Tugas)

Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin. Foto: Ist

“Nakes yang menjadi benteng pandemi Covid-19 saja tidak mendapatkan perlakuan atau pelayanan sebagaimana mestinya, lantas bagaimana dengan masyarakat umum?,” sorot Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin kepada media ini, Senin (3/9). (Baca. Tidak Dirawat Dengan Baik, Pasien Covid-19 Ribut di PKM Paruga)

Terhadap pelayanan yang tidak maksimal tersebut kata duta PKS itu, pantas saja masyarakat apriori dengan pemerintah dalam hal anggaran dan penanganan Covid-19 selama ini. (Baca. Transmisi Lokal, Hari Ini Pasien Covid-19 di Kota Bima Bertambah 25 Orang)

Ia pun melihat apatisnya masyarakat juga terhadap pemerintah semakin tinggi, karena memang Tim Gugus Tugas dan Dikes seperti kebingungan menghadapi munculnya kasus ini. (Baca. Beredar Isu Tak Sedap dari Pasien Positif Covid-19 di PKM Paruga)

“Kok bisa sampai urusan makan pasien saja tidak terpenuhi, termasuk penanganan medis, APD apalagi. Saya justru dapat laporan kalau masker saja dijatah ke Nakes, itupun jumlahnya sangat minim dan tidak masuk akal,” ungkapnya. (Baca. Gejolak di PKM Paruga, Azhari: Penanganan Hasil Reaktif dan Positif Covid-19 itu Berbeda)

Jika begini terus yang terjadi tambah Amir, ia merasa khawatir kepercayaan masyarakat pada pemerintah akan habis. Untuk itu, pihaknya di Komisi I yang menjadi mitra Dikes, sesegera mungkin akan melakukan rapat koordinasi dengan Dikes serta PKM Paruga.

“Kemarin kami secara internal juga sudah sepakati agenda dan rencana itu,” katanya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *