Cari Rumput Laut, Bocah di Lewidewa Hilang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kabar kehilangan kembali datang. Kali ini seorang bocah warga Lewidewa Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, M Rafli (10) hilang. Diketahui, bocah tersebut sempat pamit mencari rumput laut sekitar pukul 15.30 Wita, Selasa (4/08).

Warga saat mencari keberadaan M Rafli. Foto: Ist

Kepala Desa (Kades) Lewintana Hidayat Nurdin mengungkapkan, Rafli bersama 2 orang anak lainya pergi ke pantai untuk mencari rumput laut. Setelah sampai di lokasi mereka berpencar.

“Sekitar pukul 17.40 Wita teman korban bernama Adrian dan Daus kembali ke rumah masing-masing karena sudah menjelang malam,” ungkap Kades, Rabu (5/8).

Kemudian, pukul 18.00 Wita, kedua Orang tua Rafli menanyakan keberadaan anaknya kepada kedua temannya tersebut. Namun dijawab jika Rafli telah pulang duluan.

“Merasa panik, kedua orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut kepada sejumlah tetangga,” ujarnya.

Setelah itu, mereka mengajak seluruh warga untuk melakukan pencarian. Sebelumnya juga berupaya menyisir permukiman penduduk.

“Karena di rumah – rumah warga tidak ditemukan bocah itu, pencarian dialihkan ke laut, mulai sekitar pukul 18.30 Wita hingga pukul 04.00 Wita,” cerita Kades.

Lama dicari sambungnya, korban tidak kunjung ditemukan. Karena merasa kecapean melakukan pencarian istrahat hingga pukul 06.00 Wita. Setelah itu mulai melakukan pencarian dengan menggunakan spead boat milik Basarnas, kapal milik Pol Airut, kapal boat milik Bumdes setempat.

“Selain itu banyak kapal boat milik warga Bajo yang dicarter. Bahkan warga desa lainnya ikut membantu melakukan pencarian,” terangnya.

Pencarian dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen seperti TNI, Polri, Basarnas, Senkom Mitra Polisi dan warga. Hingga pukul 11.30 Wita, Rabu (5/8), bocah tersebut belum juga ditemukan.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *