PPNI: Panggil Semua Nakes, Bicarakan Baik-Baik, Selesai Masalahnya

Kota Bima, Kahaba.- Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bima Kurniadi memberikan tanggapan terkait masalah yang dihadapi para tenaga kesehatan (Nakes), sehingga berbuntut pada aksi demonstrasi yang digelar kemarin. (Baca. Demonstrasi Nakes, #Ganti Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima)

Ketua DPD Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Kota Bima Kurniadi. Foto: Ist

Menurut Kurniadi, PPNI mendukung 100 persen apa yang dilakukan para Nakes. Malah pihaknya berharap, pemerintah memanggil semua nakes, tidak ada perwakilan, kemudian diskusikan persoalan dan diselesaikan. (Baca. Begini Jawaban Kepala Dikes Kota Bima Soal Demonstrasi Nakes)

“Simple sebenarnya, panggil semua nakes, bicarakan baik-baik, selesai masalahnya,” ujar Kurniadi, Jumat (7/8).

Kata dia, gagalnya menyelesaikan masalah kemarin, karena para nakes dipanggil perwakilan.  sementara aksi demonstrasi yang dihelat di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Bima, tidak ada koordinator aksi. (Baca. Demonstrasi Nakes Dituding Ada yang Memprovokasi)

“Maka intinya sekarang kumpulkan semua nakes. Kalau ada yang salah, saling memaafkan. Terus jika ada permasalahan yang ada di nakes Paruga, carikan solusinya. Kemudian yang terpenting perbaiki sistem pelayanan, selesai,” katanya. (Baca. Demonstrasi Nakes, Dewan: Pemimpin Bukan Cari Kambing Hitam, Tapi Mencari Akar Masalah)

Tapi yang terjadi sekarang sambung, muncul opini yang saling bersahutan, kemudian ujung-ujungnya saling menyalahkan. Padahal jika para nakes dikumpulkan semua dalam satu tempat, bicara dari hati ke hati, tuntas urusan. Sebab, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. (Baca. Pergantian Kepala Dikes Hak Prerogatif Kepala Daerah)

Kurniadi juga mengungkapkan, jika bicara jujur, manajemen Covid-19 di Kota Bima ini amburadul. Terlalu banyak juru bicara. Makanya saling menjawab dan berbalas pantun. (Baca. Dinilai Meresahkan Masyarakat, Nakes Akan Ditracking Paksa)

Padahal jika bicara data, pihaknya di PPNI juga memiliki data. Misal, seperti pernyataan klarifikasi Kabid P2PL Dikes Kota Bima tentang dibuatkan jadwal untuk perawatan dan pelayanan para Nakes positif Covid-19, jadwal itu malah dibuat tanggal 29 Juli, sementara para Nakes yang positif keluarnya tanggal 1 Agustus

“Tapi semua itu sudah berlalu, tinggal sekarang yang perlu dilakukan dibenahi,” pungkasnya.

*Kahaba-01

 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *