Humas RSUD Bima Paparkan Penanganan dan Meninggalnya Pasien Positif Covid

Kota Bima, Kahaba.- Tim Humas RSUD Bima H Muhammad Akbar mengungkapkan kronologis meninggalnya pasien Covid-19 Ny RK, warga Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, Jumat sore kemarin. (Baca. Pasien Positif Corona Asal Kota Bima Meninggal dan Dijemput Paksa Keluarga)

Tim Humas RSUD Bima H Muhammad Akbar. Foto: Ist

Menurut Akbar, pasien tersbeut pindah ke ruang Isolasi Zaitun tanggal 3 Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 Wita, dengan keluhan sesak napas, batuk, panas, lemas, makan minum kurang. (Baca. Keluarga Pasien Covid-19 Meninggal, Protes Cara Kerja RSUD Bima)

“Pada tanggal 3 Agustus tersebut juga dilakukan Rapid Test dan hasilnya reaktif,” katanya.

Kemudian karena reaktif, dari awal masuk ruangan dilakukan inform concent dan ada keluarga yang menandatanganinya. Berkas itu pun ada dalam status pasien. Lalu dilakukan swab pertama pada tanggal 4 Agustus 2020 dan hasilnya positif. (Baca. Hasil Swab Positif Pasien RK Diketahui 1 Jam Sebelum Meninggal)

Pada tanggal 7 Agustus 2020 sekitar pukul 15.50 Wita, informasi hasil Swab pasien RK Positif Covid-19 dan diminta untuk dipindahkan ke ruang isolasi Covid-19.

Lalu pada pukul 15.55 Wita, perawat mengedukasi keluarga untuk pindah ke ruang isolasi covid. Pukul 16.00 Wita kondisi pasien memburuk dan diperiksa oleh dokter jaga ruangan.

“Pada pukul 16.10 Wita pasien dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Sesaat setelah itu kata Akbar, dokter jaga ruangan menjelaskan ke pihak keluarga RK bahwa pasien meninggal dunia dengan status positif Covid-19 dan harus dilakukan pemulangan jenazah sesuai protokol Covid-19. Namun keluarga pasien menolak.

Sekitar pukul 17.45 Wita jenazah dibawa pulang paksa oleh keluarga menggunakan mobil pickup berwarna hitam beserta tempat tidur ruang isolasi Zaitun

“Ruang Isolasi Zaitun itu adalah ruang isolasi bagi pasien RDT Reaktif,” terangnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *