Kota Bima Zona Merah Covid-19, Dibutuhkan Kesadaran Seluruh Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bima H A Malik mengakui jika Kota Bima statusnya kini zona merah Covid-19. Dengan kondisi begini, maka diperlukan kesadaran penuh seluruh komponen masyarakat untuk sama – sama melakukan pencegahan dan disiplin menerapkan protokol Covid-19. (Baca. Jumlah Pasien Terus Bertambah, Kota Bima Ditetapkan Zona Merah Covid-19)

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Bima, H A Malik. Foto: Bin

“Jadi begini, mengenai status zona merah itu, saya kira tidak ada satupun daerah yang menginginkan daerahnya mendapat status zona merah. Oleh karena itu, sejak awal Covid-19 muncul di Kota Bima, pemerintah terus melakukan langkah – langkah pencegahan dan pengendalian,” katanya, Kamis (13/8).

Pemerintah bersama Tim Gugus Tugas kata dia, akan terus melakukan upaya dan langkah – langkah yang bersinergi dengan komponen yang ada. Seperti melakukan upaya edukasi, sosialisasi kepada seluruh komponen masyarakat agar memahami bahwa virus ini nyata dan benar ada.

Oleh karena itu, di dalam melaksanakan aktivitas kehidupan, masyarakat harus disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19, tanpa ada paksaan dari siapapun dan jadi tumbuh dari kesadaran masing-masing.

“Rumusnya, kita jaga diri kita, maka kita telah menjaga orang lain,” terangnya.

Salah satu contoh sederhana tambah Malik, dengan memakai masker saat berada di luar rumah, berarti telah menjaga diri sendiri, keluarga dan orang lain. kesadaran ini harus terus ditumbuhkan, di samping terus melakukan kehidupan sehat lain, seperti makan makanan bergizi dan berolahraga yang teratur.

“Ini harus terus diberikan edukasi kepada seluruh komponen masyarakat, agar status daerah ini bisa kembali hijau,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *