Masalah di Bagian Kesra Jadi Atensi Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Persoalan di Bagian Kesra Setda Kota Bima yang dimulai dengan kepergoknya 2 orang pegawai yang berduaan di malam hari dalam keadaan ruangan kantor terkunci, hingga Kabag Kesra yang dituding sering meminta uang kini sudah menjadi atensi Walikota Bima.  (Baca. 2 Oknum Pegawai “Kepergok” di Ruangan Terkunci Malam Hari di Bagian Kesra)

Kabag Humas dan Protokol H A Malik. Foto: Bin

Kabag Humas dan Protokol H A Malik menyampaikan, masalah itu telah menjadi perhatian Walikota Bima dan meminta agar polemik tersebut bisa segera dicarikan akar permasalahannya dan diselesaikan. (Baca. BKPSDM Akan Periksa 2 Oknum Pegawai “Kepergok” di Bagian Kesra)

“Bapak Walikota Bima sudah mengetahui hal itu dan sekarang sudah meminta Sekda bersama BKPSDM untuk menindaklanjuti,” ujarnya, Senin (17/8). (Baca. 2 Oknum Pegawai Bagian Kesra Sampaikan Klarifikasi)

Dari hasil koordinasi sementara kata Malik, Kabag Kesra akan segera melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap oknum bendahara dan pegawai honor setempat. Lalu hasilnya akan disampaikan kepada Sekda kemudian ditindaklanjuti oleh BKPSDM. (Baca. Klarifikasi AS Dinilai Sudutkan Kabag Kesra)

“Pekan ini juga akan BAP 2 oknum pegawai itu agar segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ditanya soal Kabag Kesra yang dibilang sering meminta uang, Malik memilih untuk tidak berkomentar banyak dan menyarankan agar menunggu hasil BAP.

“Tunggu BAP saja, nanti hasilnya akan kami sampaikan kepada publik,” tandasnya.

Sementara itu Sekda Kota Bima H Mukhtar menambahkan, pekan kemarin BAP pegawai setempat sebenarnya sudah bisa dilakukan. Hanya saja oknum bendahara dan pegawai honor tidak masuk kantor.

“Tapi sudah saya instruksi Kabag Kesra agar segera BAP agar bisa diketahui apa sebenarnya yang terjadi,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *