Kepala Puskesmas Madapangga Bantah Berikan Pelayanan Amburadul

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Puskesmas Madapangga Eva Juniarti membantah jika pelayanan di puskesmas setempat amburadul, seperti tudingan oknum warga, Rabu (26/8) kemarin. (Baca. Pelayanan Amburadul, Warga Ngamuk di Puskesmas Madapangga)

Kepala Puskesmas Madapangga Eva Juniarti. Foto: Yadien

Kepada media ini Eva menyampaikan, jika pihaknya sudah memberikan pelayanan maksimal dan sesuai prosedur kepada pasien yang keluarganya ngamuk-ngamuk tersebut.

“Kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya, Kamis (27/8).

Kata dia, saat pertama masuk di IGD hari Senin (24/8) lalu, pasien tersebut langsung ditangani dokter karena masih siang dan sedang jam kerja.

“Jadi tidak benar kalau tidak kami layani dengan baik,” tepisnya.

Saat itu sambungnya, pasien sempat menolak untuk dipasang infus dan oksigen. Tapi setelah beberapa saat dipasangkan infus dan oksigen, kondisi pasien normal, baru dokter pulang.

Ia membeberkan, saat masuk di IGD, pasien mengalami sesak nafas dan batuk-batuk. Oleh dokter piket malam, pasien dinyatakan akan dirujuk. Tapi pihak keluarga menolak dan telah menandatangani surat keterangan penolakan.

“Sebelum masuk di puskesmas, pasien itu juga dirawat di RS Sondosia. Tapi mereka keluar paksa,” bebernya.

Eva mengungkapkan, mewakili seluruh jajaran di Puskesmas Madapangga, ia menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya pasien tersebut. Pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan sesuai prosedur kepada almarhum.

“Kami sudah berusaha. Tapi kematian adalah takdir Allah SWT,” ungkapnya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *