Alih Fungsi Lahan, 200 Titik Mata Air di Kota Bima Hilang

Kota Bima, Kahaba.- Degradasi lahan beberapa tahun terakhir di Kota Bima menyebabkan berkurangnya titik mata air. Berdasarkan pendataan awal, lebih dari 200 titik jumlah mata air yang tersebar di seluruh wilayah hilang.

Kabid Tata Lingkungan DLH Kota Bima Abdul Haris Foto: Bin

“Setelah pemetaan dan pendataan ulang, data akhir tahun 2019 terdapat 200 lebih titik mata air yang hilang, dan yang tersisa sekitar 50 titik dengan debit air yang semakin berkurang,” ungkap Kabid Tata Lingkungan DLH Kota Bima Abdul Haris, Kamis (27/8).

Menurut Haris, hasil kajian tim DLH Kota Bima menunjukkan bahwa alih fungsi lahan menjadi penyebab utama terjadinya degradasi jumlah mata air. Selain itu, beberapa faktor lainnya adalah curah hujan, musim kemarau dan faktor lain.

Maka dalam rangka mengembalikan keberadaan jumlah titik mata air tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa terobosan seperti penanaman pohon pelindung di sekitar mata air dan kawasan rechart area.

“Tapi setelah dievaluasi bahwa tingkat keberhasilannya sangat kecil, mengingat lahan yang dimanfaatkan untuk penanaman dimaksud sebagian besar sudah menjadi lahan milik masyarakat dan terjadi gesekan kepentingan di dalamnya,” terang Haris.

Untuk itu sambungnya, dibutuhkan kerjasama antar pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam rangka menciptakan lingkungan yang asri dan berkelanjutan, sehingga keberadaan mata air dapat ditingkatkan baik secara kuantitas dan kualitas.

Haris menambahkan, kondisi yang terjadi di Kota Bima saat ini sudah dilaporkan saat kegiatan penyerapan Isu Hutan Asri dan Lestari Menuju NTB Gemilang. Dirinya juga berharap warga sadar atas kondisi yang terjadi, apalagi dampaknya sangat dirasakan pada musim kemarau.

“Untuk itu mari kita jaga kawasan hutan demi kelangsungan hidup bersama,” ajaknya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *