Harga Garam Anjlok, Petani Menjerit

Kabupaten Bima, Kahaba.- Nilai jual garam petani di Kabupaten Bima hampir tidak ada. Bahkan, saat ini pembeli pun tidak ada. Sejumlah petani pun mengeluhkan kondisi tersebut, di tengah perhatian pemerintah yang minim.

Ilustrasi

Petani garam Desa Sanolo Kecamatan Bolo Arabiah mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung sejak 3 tahun terakhir. Petani tidak menikmati harga garam yang layak.

“Pembeli saja saat ini tidak ada,” ungkapnya, Jumat (28/8).

Kata dia, jika pun ada pembeli yang datang, garam hanya dibeli dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 7.000 per karung.

“Itu tidak dibeli banyak. Hanya kebutuhan warga saja,” katanya.

Ia berharap, semoga pemerintah segera membantu petani garam dengan menaikkan harganya dan menghadirkan pembeli garam.

Petani lain Firdaus juga menyampaikan hal yang sama. Saat ini, hampir tidak ada pembeli garam yang datang. Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan Provinsi NTB agar mengintervensi harga garam, dan menghadirkan investor untuk mendongkrak harga garam.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *