oleh

DP3P2KB Bima Sosialisasi Penanganan Stunting di Desa Rada

-Kabar Bima-4 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Guna menekan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Bima menggelar sosialisasi penanganan stunting di Desa Rada Kecamatan Bolo, Selasa (1/9).

Sosialisasi penanganan stunting di Desa Rada. Foto: Yadien

Kasi Kesehatan Reproduksi DP3P2KB Kabupaten Bima Rosihan mengatakan, sosialisasi itu dilakukan agar warga memahami cara mencegah dan menangani stunting. Sosialisasi difokuskan pada perilaku warga yang belum bisa merencanakan pernikahan, kehamilan dan memiliki anak.

“Jadi ada ha-hal yang harus dipahami dan dipersiapkan sebelum nikah,” ujarnya.

Kata dia, salah satu penyebab lahirnya anak yang stunting karena pernikahan usia dini. Pasalnya, diusia yang masih muda, organ reproduksi wanita belum cukup kuat untuk melakukan fungsi reproduksi.

“Akibatnya fatal. Makanya hindari pernikahan usia dini,” sarannya.

Ia mengungkapkan, sosialisasi itu dilakukan pada 20 desa yang menjadi lokus stunting di Kabupaten Bima. Sementara di Kecamatan Bolo, dilakukan pada 8 Desa, di antaranya, Timu, Radabou, Kara, Tambe dan Rada.

“Ini desa ke 7. Besok kami akan laksanakan di Tambe,” bebernya.

Dari data yang mereka terima tambahnya, grafik stunting di Desa Rada relatif menurun. Dari yang berjumlah 77 orang pada tahun 2018, kini hanya tinggal 15 orang.

“Ini bukti keberhasilan penanganan stunting oleh banyak pihak. Termasuk intervensi dana desa,” ungkapnya.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru