Akhi Dirman Terpilih Mengikuti Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia III 2020

Kabupaten Bima, Kahaba.- Akhir Dirman Al Amin menjadi satu-satunya sastrawan di Pulau Sumbawa yang mendapat undangan untuk menghadiri Munsi III 2020 yang digelar oleh Badan Bahasa Republik Indonesia, Oktober 2020 di Jakarta.

Akhi Dirman Al Amin. Foto: Ist

Kepada media Dirman mengaku kaget mendapatkan udangan tersebut. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya NTB tidak pernah memiliki perwakilan yang akan mengikuti agenda sastrawan seluruh Indonesia.

“Saya sebelumnya tidak tahu dan kaget. Karena tahun sebelumnya NTB tidak pernah punya perwakilan. Tapi tahun ini ada 3 orang keterwakilan,” ujarnya, Rabu (2/9)

Kata dia, pihaknya mengetahui itu setelah melihat pengumuman dari Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muh Abdul Khak M Hum, dalam surat pengumuman Nomor: 1624/13/BS/2020, tanggal 6 Agustus 2020 lalu.

“Saat mengikuti seleksi, saya mengirim sejumlah berkas yang dibutuhkan termasuk CV,” katanya.

Ia membeberkan, selain CV, sejumlah bahan lain juga dimintai sebagai syarat, yakni essai tentang masalah sastra Indonesia dan buku karya terbaik.

“Saya menulis essay tentang sastra lokal, dan mengirim novel saya yang berjudul Sebab Cinta Tak Harus Berkata,” bebernya.

Dirman mengungkapkan, peserta Munsi yang diundang merupakan hasil seleksi tim kurator terdiri yang terdiri dari Seno Gumira Adjidarma, Damiri Muhammad, Maman S Mahayana, Triyanto Triwikromo dan Kenedi Nurhan.

“Pemilihan tersebut mempertimbangkan kelayakan karya dan ketersebaran wilayah peserta,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut sambungnya, sejumlah sastrawan dari seluruh penjuru Indonesia yang hadir nanti akan membahas banyak hal, mulai dari sastra lokal hingga masalah sastra kekinian.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *