Penerapan Protokoler Covid-19 Membingungkan, Pemerintah Sendiri Justru Melanggar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Musibah Covid-19 sudah lama melanda. Berbagai upaya dilakukan pemerintah agar virus mematikan itu tidak menyebar. Antara lain dengan melarang warga keluar rumah tanpa masker, hindari tempat kerumun dan lainnya. Namun, belakangan ini, hal itu banyak diabaikan. Ironisnya, itu dilakukan oleh pemerintah juga

Warga Desa Kananga Kecamatan Bolo Muhdar AH. Foto: Yadien

Warga Desa Kananga Kecamatan Bolo Muhdar AH mengaku bingung dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait penanganan Covid-19. Larangan untuk berada di tempat kerumun justeru dilanggar saat ini. Bahkan sering kali kegiatan yang digelar pemerintah terpantau banyak yang tidak menggunakan masker dan mereka berjubel.

“Kami lihat tidak jarang kegiatan pemerintah juga mengundang kerumunan,” ujarnya, Senin (7/9).

Kata Muhdar, dalam hal ini pemerintah dinilai kurang tegas menjalankan aturan penanganan Covid-19, karena selama ini seringkali menggelar kegiatan melibatkan orang banyak tapi tidak dikontrol dengan baik.

“Misalnya, pada proses pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, kegiatan kemasyarakatan dan lainnya, protokol Covid-19 betul-betul dilanggar,” terangnya.

Ia berharap pemerintah tidak apatis, tapi harus memberi contoh yang baik, sehingga masyarakat dapat menerapkan protokol Covid-19 sebagaimana mestinya.

“Masyarakat dilarang berada di tempat kerumun dan dilarang keluar rumah tanpa masker, tapi sering menggelar kegiatan dengan konsentrasi massa yang banyak. Kan sama saja bohong,” ketusnya

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *