5 Kali Reses, Khalid tak Pernah Terlihat Hadir

Kota Bima, Kahaba.- Selama 5 kali reses anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota masa sidang III, tak sekalipun terlihat anggota DPRD Khalid. Sementara 4 orang lainnya seperti Hj Anggriani, Hj Gina, Syamsuddin dan Sukri Dahlan, tetap hadir menyerap aspirasi rakyat.

Spanduk anggota DPRD Kota Bima yang tidak terpampang wajah Khalid di setiap lokasi reses. Foto: Bin

Sejak hari pertama reses di gelar di Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo, pria yang juga Ketua Partai Gerindra Kota Bima tersebut tidak terlihat hadir. Demikian juga pada reses berikutnya pada wilayah yang berbeda, hingga Rabu pagi (9/9) di Kelurahan Jatiwangi.

Karena tidak pernah hadir, ada pemandangan berbeda pada latar spanduk yang ditempel di bagian belakang para wakil rakyat. Jika sebelumnya terdapat 5 orang, namun wajah Khalid sudah tidak lagi terpampang pada spanduk tersebut.

Pada berbagai kesempatan reses juga, nama Khalid beberapa kali ditanya oleh konstituen. Pasalnya ada sejumlah aspirasi yang disampaikan pada reses sebelum itu, dijanjikan Khalid akan memperjuangkannya, namun belum juga terealisasi.

Khalid yang dikonfirmasi terkait ketidakhadirannya selama 5 kali reses menjawab jika dirinya sedang sakit. Dirinya pun sudah menyampaikan keterangan dokter ke Pimpinan DPRD Kota Bima Hj Anggriani.

“Saya sakit, sakit lambung,” ujarnya singkat melalui Whatsapp.

Mengenai uang reses, ia mengaku sudah mengembalikannya. Pasalnya tidak bisa mengikuti reses karena sakit.

“Aspirasi masrakat tetap saya perjuangan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Bima H A Wahid ketika ditanya mengakui jika Khalid tidak bisa mengikuti agenda reses mada sidang III ini karena sedang sakit.

“Iya sakit, ada keterangan dokternya. Uang reses juga sudah beliau (Khalid) kembalikan,” terangnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *