Walikota Bima Panen Perdana Jambu Mete di Kawasan Ncai Kapenta

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi panen perdana Jambu Mete di lokasi tanam kelompok Tani Mori Sama (Kawasan Ncai Kapenta) Kelurahan Jatibaru Timur, Rabu kemarin. Panen perdana ini juga sekaligus silaturahmi dengan kelompok tani mete yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kota Bima dan KPH Maria Donggo Masa.

Walikota Bima HM Lutfi saat memetik Jambu Mete. Foto: Dok Hum

Hadir pula dalam kegiatan panen tersebut Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, Sekretaris Daerah Kota Bima H Mukhtar, Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya HM Lutfi, para Staf Ahli dan Asisten, Kepala KPH Maria Donggo Masa dan sejumlah petani jambu mete.

Kegiatan diawali dengan penyerahan secara simbolis bantuan bibit jagung hibrida kepada 5 kelompok tani yang ada di Kota Bima tahun 2020.

“Panen perdana jambu mete ini merupakan sarana silaturahmi Pemkot Bima dan petani jambu mete yang ada di Ncai Kapenta,” ujar Kepala Dinas Pertanian Darwis.

Ia menjelaskan, untuk luas lahan yang rencananya akan ditanam jambu mete di Ncai Kapenta seluas 800 hektar, kendati sekarang yang baru terealisasi baru 104 hektar lebih dengan  hasil 1 ton perhektar pertahun. Sementara tanaman jambu mete yang sudah berbuah khususnya di Ncai Kapenta sekitar 30 hektar.

“Saat ini harga biji jambu mete di pasar yang masih glondongan dihargai Rp 14.000, tapi kalau sudah dipecah dan diambil bijinya harganya mencapai Rp 120.000 perkilogram,” terangnya.

Walikota Bima dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan KPH Maria Donggo Masa yang telah berpartisipasi dalam membangun silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat. Diharapkannya pula kepada Dinas Pertanian agar terus menggali hasil pertanian yang ada di Ncai Kapenta.

“Jangan hanya ditanam jambu mete tapi ada tanaman tumpang sari yang kira-kira tidak dimakan oleh babi dan binatang lain dan hasilnya sangat luar biasa dan untuk tahun 2021,” katanya.

Walikota juga berharap agar bisa menanam tanaman tumpang sari dengan jumlah banyak, karena untuk menarik minat pembeli dari luar harus dengan hasil yang banyak dan menjanjikan.

“Para petani juga jangan ragu untuk mencoba tanaman lainnya. Tanam jahe merah, kunyit dan sejenisnya, kalau ada petani yang bisa menanam tanaman tumpang sari seluas 1 hektar itu sangat luar biasa,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan juga mengapresiasi para petani jambu mete dan sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Saya mendukung apa yang menjadi program Walikota Bima agar meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Kota Bima,” tambahnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *