Warga Paruga Pertanyakan Pembangunan Masjid Al Muwahidin Bima dan Anggaran KUBe

Kota Bima, Kahaba.- Hari ketiga reses masa sidang III, 8 anggota DPRD Kota Bima Dapil Kecamatan Mpunda dan Rasanae Barat melaksanakan reses di Kelurahan Paruga, Rabu (9/9). Kegiatan dimaksud dipusatkan di lapangan Yasin Harapan.

Reses wakil rakyat Dapil II di Kelurahan Paruga. Foto: Eric

Tampak hadir dalam agenda rutin digelar setiap tahun itu Lurah Paruga Kamarudin, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT, RW, LPM dan masyarakat setempat.

Mengawali aspirasi, tokoh masyarakat Ismail mempertanyakan proses pembangunan Masjid Al-Muwahidin Bima. Karena yang diketahuinya anggaran telah dikucurkan pemerintah puluhan miliar, namun sampai hari ini belum juga diselesaikan.

“Kapan Masjid ini bisa diselesaikan, apa kendalanya. Kami warga Kelurahan Paruga menginginkan pembangunan masjid tersebut selesai. Masjid ini icon Kota Bima,” ujarnya.

Sementara itu dari keterwakilan gender Nunung mempertanyakan sejauh mana penyaluran bantuan Kolompok Usaha Bersama (KUBe), karena proposal yang diajukan sejak 2018 lalu sampai hari ini belum juga memberi hasil. Apalagi pendamping KUBe ditiap Kelurahan sudah melakukan survei lapangan.

“Kapan pak dewan realisasinya, jangan memberikan harapan pada kami rakyat jelata, apalagi kami butuh modal untuk usaha. Semenjak Covid-19, kami tidak lagi berjualan,” tandasnya.

Menanggapi aspirasi warga, pimpinan rombongan Ryan Permadi Kusuma berserta 7 anggota dewan lainya akan memperjuangkan aspirasi tersebut. Kemudian terkait pembangunan Majid Al Muwahidin Bima, tetap akan dikerjakan, apalagi Pemerintah Kota Bima sudah membuka tender.

“Insya Allah masjid tersebut tetap akan diselesaikan,” tegasnya.

Selanjutnya, mengenai dan KUBe, Ketua Komisi III Yogi Prima Ramadhan menjelaskan, anggaran KUBe direncanakan terealisasi pada akhir September hingga Oktober nanti. Masyarakat diminta untuk bersabar.

“Kami sudah berkordinasi dengan Dinas Koperindag, mereka sudah membelikan semua barang untuk kebutuhan kelompok yang sudah mengajukan proposal,” terangnya.

Mengenai KUBe berupa uang tunai kata Yogi, pihaknya berjanji akan berkordinasi dulu dengan pihak Bappeda Kota Bima, kapan anggaran tersebut direalisasikan.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *