Reses di Lewirato dan Panggi, Ini Aspirasi Warga

Kota Bima, Kahaba.- Wakil rakyat Kota Bima Dapil II melaksanakan reses di Kelurahan Lewirato dan Panggi, Kamis dan Jumat (10-11/9). Sejumlah aspirasi pun diserap untuk diperjuangkan dalam program pemerintah.

Anggota DPRD Kota Bima saat reses di Kelurahan Lewirato. Foto: Eric

Mengawali aspirasi di Kelurahan Lewirato, tokoh masyarakat Tayeb menyebutkan 3 permintaan kepada wakil rakyat. Pertama terkait pengerukan parit sepanjang kuburan sampai sungai, kemudian pembebasan lahan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembangunan jembatan yang menghubungkan kelurahan Lewirato dengan kantor Camat Mpunda.

“Kami minta agar ini bisa terealisasikan, karena sebentar lagi masuk musim hujan, kemudian lapangan untuk aktifitas warga dan jembatan untuk mempermudah akses transportasi warga,” inginnya.

Sementara itu, Lurah Panggi Bunyamin yang mewakili warga setempat meminta kepada wakil rakyat Dapil II untuk memperjuangkan sarana air bersih yang sampai saat ini belum diwujudkan. Karena hingga kini masih terdapat 316 warga yang berdomisili di 3 RT dan kesulitan air bersih.

“Air merupakan kebutuhan dasar, untuk itu kami meminta agar dilakukan pengeboran dalam,” katanya.

Menangapi aspirasi warga, Taufik HA Karim bersama anggota dewan lain akan berusaha agar pengerukan parit tersebut bisa dilaksanakan tahun 2021. Terkait permintaan lahan untuk kegiatan sosial masyarakat, dan jembatan penghubung belum bisa dipastikan terealisasi.

Sebab selama reses permintaan itu disampaikan, pihaknya berhasil meloloskan anggarannya. Namun justeru di tengah jalan, pemilik lahan tidak mau menjualnya dan pemerintah tidak bisa membebaskannya untuk dijadikan aset daerah.

“Apapun aspirasi masyarakat tetap kami tampung, dan akan memperjuangkan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.

Kemudian terkait sarana air bersih di Kelurahan Panggi, Sudirman DJ bersama wakil rakyat lainnya akan berupaya merealisasikan. Kemudian akan berkoordinasi dulu dengan instansi terkait agar bisa ditinjau lapangan dan mencari titik mata air. Meskipun diakui tanah di wilayah tersebut cukup banyak bebatuan keras dan pengeboran air sulit dilakukan.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *