Ikut PKKBMB, 230 Maba STISIP Diwajibkan Pakai Masker

Kota Bima, Kahaba.- Setelah melewati proses penerimaan mahasiswa baru dan uji seleksi mahasiswa, kini Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKBMB).

Mahasiswa Baru STISIP Mbojo-Bima saat mengikuti PKKBMB. Foto: Deno

Kegiatan dengan tema “Terbinanya Karakter Insan Akademis, yang Menjunjung Nilai-Nilai Tri Darma Perguruan Tinggi” itu dilaksanakan di Aula Mahasiswa dan Alumni kampus setempat, Sabtu (12/9

Ketua BEM STISIP Mbojo Bima Edison mengatakan, kegiatan yang dulu dikenal dengan istilah Ospek tersebut akan dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 12 September sampai 13 September. Semua panitia dan peserta PKKBMB diwajibkan menggunakan masker selama kegiatan berlangsung, guna mencegah penyebaran Covid-19.

“PKKBMB merupakan kegiatan tahunan BEM dan dilaksanakan sekali dalam setahun. Tapi untuk kali ini, diwajibkan mengenakan masker,” tegasnya.

Selama pelaksanaan berlangsung kata Ketua BEM, semua peserta tidak boleh untuk tidak mengenakan masker. Karena di tengah pandemi ini, Corona tetap menjadi ancaman serius. Apalagi Pemerintah telah mengeluarkan peraturan agar masker wajib dipakai jika beraktivitas di luar rumah.

Ia juga mengungkapkan, selama kegiatan ini berjalan, peserta dilarang membawa Senpi, Sajam, Narkoba, Miras serta barang terlarang lain. Jika ditemukan ada yang membawa barang larangan tersebut, maka akan diberikan sanksi tegas.

Sementara itu Ketua Lembaga STISIP Mbojo Bima Mukhlis Ishaka berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan aman. Peserta diminta untuk bisa mencerna dan memahami semua materi yang diberikan.

“Kami mendukung semua kegiatan mahasiswa. Semoga semuanya berjalan lancar,” harapnya.

*Kahaba-05

 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *