Jawab Soal Krisis Air Bersih, Pemkot Bima Terus Berupaya Perbaiki Jaringan Pipa

Kota Bima, Kahaba.- Menjawab tuntutan masyarakat Bina Baru Kelurahan Dara mengenai kebutuhan air bersih, Pemkot Bima melalui Kabag Humas dan Protokol H A Malik mengakui, jika hingga saat ini terus melakukan upaya perbaikan jaringan. (Baca. Robohkan Pintu Gerbang Kantor Dewan, Warga Bina Baru Tuntut Tuntaskan Krisis Air Bersih)

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Bima, H A Malik. Foto: Bin

Menurut Malik, kendala utamanya selama ini yakni PDAM masih milik Kabupaten Bima. kendati demikian, pemerintah melaluai dinas terkait terus berupaya dan berusaha memperbaiki sejumlah jaringan perpipaan. (Baca. Warga: Walikota Bima Jual Air, Kami 15 Tahun Kesulitan Dapat Air Bersih)

“Sementara di sisi lain pak Walikota Bima juga terus melakukan pendekatan dan berkoordinasi dengan Pemkab Bima agar PDAM yang ada ini bisa berubah menjadi PDAM Regional, meliputi Kota Bima dan Kabupaten Bima,” jelasnya, Senin (14/9).

Apalagi tahun depan sambung Malik, akan ada bantuan dari BWS sebesar Rp 4 triliun untuk pembangunan DAM Diwu Monca. Dengan adanya DAM ini, akan mampu menyediakan air irigasi untuk kebutuhan pertanian, maupun air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bima.

“Selain itu DAM tersebut juga akan dikembangkan menjadi ruang wisata baru,” katanya.

Untuk masalah kekurangan air bersih saat ini diakui Malik, Pemkot Bima terus menyuplai kebutuhan masyarakat dibeberapa titik yang masih alami kekurangan. Seperti Kelurahan Dara, Tanjung, Sarae dan beberapa kelurahan lain.

“Distribusi tetap dilakukan, baik itu melalui mobil Damkar, BPBD dan juga Bagian Umum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jaringan pipa air yang ke Bina Baru dan Tanjung sudah ada yang mulai baik, kendati belum secara keseluruhan. Tapi semua pihak masih terus melakukan perbaikan secara intensif.

“Kita minta warga bisa bersabar, kesulitan terhadap kebutuhan dasar ini akan diselesaikan segera,” tambahnya memberi keyakinan.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *