Pelantikan IPSI Versi Khalid Ricuh

Kota Bima, Kahaba.- Acara pelantikan pengurus IPSI Kota Bima versi Khalid di Paruga Nae Convention Hall, Kamis sore (17/9) ricuh. Kegiatan baru saja dimulai dan proses pelantikan belum berjalan, kericuhan sudah terjadi.

Suasana kericuhan di arena pelantikan Pengurus IPSI Kota Bima versi Khalid. Foto: Bin

Munculnya keributan di arena pelantikan yang juga dihadiri oleh Walikota Bima dan pengurus Pengda IPSI NTB itu dilakukan sejumlah anggota perguruan yang tidak menerima pengurus IPSI Kota Bima versi Khalid dilantik oleh Pengda, karena menilai proses Muskot yang dilalui cacat hukum dan administrasi.

Hingga pukul 17.35 Wita, proses pelantikan masih ricuh. Kendati acara pelantikan dipaksakan berjalan, namun perguruan yang tidak terima kegiatan itu berjalan, tetap melayangkan keberatan. Hingga akhirnya listrik di lokasi kegiatan mati, dan acara kemudian tetap dilanjutkan pembawa acara membacakan proses pelantikan.

Keributan ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan Pol PP, suasana acara pelantikan pengurus IPSI Kota Bima versi Khalid tetap diwarnai protes. Pengurus perguruan tinggi yang tidak terima, bahkan mencabut spanduk yang ditempel pada kegiatan. Suasana kemudian kembali memanas.

Usman, pria berbadan kekar yang juga pelatih pencak silat di Kota Bima terus melayangkan protes. Berteriak agar Pengda IPSI NTB tidak melantik pengurus tersebut. Begitu juga dengan sejumlah pengurus lain, tidak henti hentinya melayangkan keberatan.

Seperti tidak mengindahkan protes, acara pelantikan tetap dilanjutkan. Dengan suasana mati listrik, satu persatu pengurus IPSI Kota Bima versi Khalid kemudian maju di depan untuk dilantik.

Hingga berita ini diterbitkan, keributan tidak berhenti. Pelantikan kemudian tetap dilaksanakan, kendati terkesan dipaksakan, dengan suasana listrik mati dan tanpa pengeras suara.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *