Tingkatkan Kesadaran Pajak, SMAN 3 Bersinergi Bersama Samsat Bima

Kota Bima, Kahaba.- Guna meningkatkan kesadaran membayar pajak, SMAN 3 Kota Bima bekerjasama dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Bima melaksanakan sosialisasi di hadapan ratusan tenaga pendidik dan pelajar sekolah setempat, Sabtu kemarin.

Kepala SMAN 3 Kota Bima Syaiful foto bersama perwakilan Samsat Bima beserta guru dan siswa usai sosialisasi pajak. Foto: Ist

Kepala SMAN 3 Kota Bima Syaiful menyampaikan, sosialisasi yang digelar tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur NTB Nomor 973-614 Tahun 2020 tentang pembentukan tim pelaksana percontohan sekolah Samsat. Karena SMAN 3 Kota Bima ditunjuk sebagai salah satu dari 5 sekolah untuk melakukan sosialisasi tentang kewajiban masyarakat taat pajak.

“Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi Samsat dalam membantu pemerintah menertibkan pajak pemerintah,” jelasnya.

Menurut dia, melalui sosialisasi ini ke depannya sekolah dapat mengambil langkah strategis seperti menginventarisir dan mendata jumlah kepemilikan kendaraan lingkup sekolah. Sehingga jika waktu pembayaran pajak kendaraan sudah dekat, sekolah bisa memberikan informasi kepada pemilik kendaraan.

“Dengan langkah tersebut, kami meyakini dapat meningkatkan partisipasi warga belajar untuk membayar pajak kendaraan. Karena sumber pendapatan tertinggi negara saat ini salah satunya adalah dari sektor pajak,” katanya.

Mantan Kepala SMAN 2 Kota Bima itu menambahkan, jumlah penerimaan hasil pajak kendaraan terdapat persentase untuk kemudian diberikan kepada pemerintah daerah. Kemudian dapat digunakan untuk membantu peningkatan pembangunan, baik dari sisi infrastruktur jalan dan sarana transportasi umum.

“Dengan taat pajak, maka kita menjadi bagian dari keberhasilan pembangunan daerah,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *