BMI dan SMI Gedor Kantor Walikota Bima, Tuntut Selesaikan Urusan Krisis Air

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan masa aksi yang tergabung dari organisasi Barisan Muda Indonesia (BMI) dan Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Walikota Bima Kamis (24/9), menuntut sejumlah persoalan di masyarakat yang sampai saat ini belum dituntaskan oleh pemerintah daerah.

BMI dan SMI saat menyampaikan tuntutan di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Eric

Koordinator Lapangan (Korlap) Marlin menyampaikan, saat ini daerah dalam kondisi tidak sehat. Hal ini disebabkan sumber daya alam dan sumber daya manusia tidak berbanding lurus dengan kesehjahteraan rakyat, terutama kebutuhan masyarakat yang saat ini belum dituntaskan oleh pemerintah.

“Masyarakat Lingkungan Bina Baru selama 15 tahun belum menikmati kebutuhan dasar yaitu air bersih,” ujarnya.

Marlin menjelaskan, saat ini rakyat berhadapan kekuatan partai politik dengan sistem kapitalisme imperealisme. Sehingga kesehjahteraan rakyat kecil tidak akan pernah menang, sebab telah ditindas oleh kaum borjuasi.

“Air yang tidak pernah terwujud di Kelurahan Dara merupakan bagian dari korban kaum borjuasi dan sistem kapitalisme, yang tidak pernah memperhatikan nasib rakyat. Maka dari itu harus segera diwujudkan, demi kemanusiaan,” katanya.

Ia menambahkan, selain keprihatinan akan kebutuhan air tersebut, maka dalam menjemput Hari Tani Nasional pihaknya menyatakan sikap politik lainnya yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Pihaknya menginginkan pemerintah mensahkan Raperda Tahun 2018 tentang perlidungan dan pengembangan petani, kemudian evaluasi kerja KP3, stop perampasan tanah rakyat, hadirkan mesin pengawet bawang, wujudkan industrialisasi komoditas pertanian, menggratiskan biaya pendidikan selama pandemik Covid-19, lawan kapitalis pendidikan, bebaskan biaya rapid tes dan swab dan wujudkan kesehatan gratis.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *