Dies Natalis Ke-XXXIX, 182 Mahasiswa STISIP Diwisuda

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima menggelar Rapat Senat Terbuka Dalam Rangka Dies Natalis ke-XXXIX dan wisuda 182 mahasiswa angkatan ke-XLII, Senin (28/9) sekitar pukul 08.00 Wita.

Prosesi wisuda mahasiswa STISIP Mbojo-Bima. Foto: Deno

Prosesi wisuda 158 mahasiswa Jurusan Administrasi Negara dan 24 mahasiswa Jurusan Komunikasi tersebut dilaksanakan di Aula Mahasiswa dan Alumni kampus setempat. Nampak hadir juga Wakil Walikota Bima Feri Sofyan dan sejumlah pejabat daerah lain.

Karena kegiatan di tengah Pandemi Covid-19, semua peserta wisuda menggunakan APD protokol kesehatan. Seperti memakai kaos tangan, face shield dan menempatkan jarak kursi satu meter. Sedangkan keluarga mahasiswa tidak diikutsertakan memasuki aula, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua STISIP Mbojo Bima Mukhlis Ishaka saat sambutan menyampaikan, wisuda merupakan momentum penting dalam dunia pendidikan dan momen yang sangat bermakna bagi keluarga wisudawan.

Momentum itu harus diartikan sebagai berakhirnya tugas dan tanggung jawab STISIP Mbojo Bima dalam mengantarkan secara formal mahasiswa menjadi lulusan dan insan yang berilmu sesuai dengan bidang keahlian.

“Kami atas nama civitas akademika STISIP Mbojo Bima mengucapkan selamat kepada wisudawan dan wisudawati, semoga semakin sukses dan bisa menjaga nama baik almamater,” harapnya.

Kata Mukhlis, wisuda merupakan prestasi yang membanggakan bagi kampus STISIP Mbojo Bima. Hal itu juga dibarengi dengan berbagai prestasi lainnya yang dicapai STISIP, seperti akreditasi B institusi terbaik se-Pulau Sumbawa.

Selain itu, STISIP memiliki prestasi dosen  yang mampu meloloskan 4 proposal penelitian dan pengabdian masyarakat di Kemenristekdikti tahun 2020 serta LPPM naik klaster dari binaan menjadi klaster madya.

“Keberhasilan dan prestasi ini diperoleh berkat kerja keras seluruh dosen dan civitas akademika STISIP,” ungkapnya.

Mukhlis juga menyampaikan, para lulusan adalah duta STISIP Mbojo Bima. Oleh karena itu, nama institusi STISIP harus dijaga dengan baik saat para wisudawan berhasil di tengah masyarakat.

“Nama institusi ini akan terbawa kemanapun kalian pergi, maka dari itu tetaplah kalian tanamkan nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan,” ujarnya

*Kahaba-05

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *