17 Mahasiswa UT Mataram Bisa Kembali Kuliah Semester II

Kota Bima, Kahaba.- Persoalan pembayaran kuliah semester II untuk 17 mahasiswa UT Mataram akhirnya ada jalan keluar. Pengelola UT Mataram di Bima Sri Astuti juga telah berkoordinasi dengan pihak kampus agar diberikan solusi. (Baca. Mahasiswa UT Kehilangan Kuliah Semester, Diduga Pengelola tidak Transfer Pembayaran Kuliah)

Pengelola UT Mataram Sri Astuti bersama mahasiswa di Aula SMKN 3 Kota Bima. Foto: Eric

Sri saat menggelar konferensi pers bersama 11 mahasiswa menyampaikan, berkat komunikasi intens dengan pihak lembaga akhirnya 17 mahasiswa di Bima bisa melanjutkan kuliah semester II, tanpa harus mengulang pada tahun berikutnya.

“Alhamdulillah solusi dari UT Mataram, seluruh mahasiswa bisa kuliah kembali,” ungkapnya, di aula SMKN 3 Kota Bima, Rabu (30/9).

Ia memahami apa yang menjadi kegundahan hati mahasiswa, karena jika tidak dibayar uang semester maka akan berdampak pada program perkuliahan.

Sementara tidak terkirimnya uang ke rekening UT Mataram sambung Sri, karena sistem eror. Itu pun diketahui setelah kroscek ke bank. Sedangkan bagi 4 mahasiswa yang membayar jelang akhir penutupan itu berhasil, karena jumlahnya sedikit.

Menyangkut nasib mahasiswa kata dia, akhirnya dia berkomunikasi dengan pihak pusat. Sehingga didapatkan solusi terbaik yaitu mahasiswa bisa tetap kuliah semester II, dan biaya kuliah yang diberikan pada bulan Juli lalu langsung dikirim ke lembaga.

“Dalam beberapa hari ke depan mahasiswa bisa kembali kuliah. Sementara jadwal, pembagian kelas, bahan pembelajaran dan tutor akan segera menyusul. Sekarang mahasiswa bisa tenang dan konsentrasi untuk belajar saja,” terangnya.

Sementara itu perwakilan mahasiswa Nining mengucapkan terimakasih kepada Sri sebagai pengelola UT Mataram, rektor dan pihak lembaga yang telah bersama memperjuangkan nasib mereka.

“Solusi inilah yang kami harapkan. Alhamdulillah sekali, karena kami tidak perlu menunda semester,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *