Dinas Dikbud Kota Bima Evaluasi BDR Daring dan Luring Selama Covid-19

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mengetahui program pembelajaran berjalan sesuai metode pendidikan di masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima menggelar kegiatan evaluasi Belajar Dari Rumah (BDR) Daring dan Luring tingkat SMP dan SD se-Kota Bima, di Gedung Seni Budaya (GSB) Kamis (1/10).

Evaluasi BDR Daring dan Luring Lingkup Dinas Dikbud selama masa Pandemi Covid-19 di Gedung Seni Budaya (GSB). Foto: Eric

Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Bima HM Lutfi, Kepala Dinas Dikbud H Syamsuddin, jajaran MKKS SMP, K3S SD serta keterwakilan 79 sekolah yang hadir dan menyaksikan melalui aplikasi zoom.

Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H Syamsuddin menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan program pendidikan 6 bulan terakhir atau selama masa Covid-19. Karena selama pandemi, fokus kerja dinas bersama jajaran lembaga pendidikan yaitu menerapkan 2 metode belajar, yaitu BDR Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring).

Diakuinya, selama BDR luring dan daring tentu ada dinamika, di antaranya ketersediaan jaringan internet untuk wilayah pinggir kota. Kemudian keterbatasan siswa terhadap kepemilikan seluler android, uji coba belajar tatap muka serta jangkauan tempat tinggal siswa untuk didatangi guru.

“Keterbatasan dan hambatan ini tidak menyurutkan niat guru untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa. Sehingga dilakukanlah berbagai upaya dan solusi dalam memberikan pendidikan yaitu BDR daring dan luring,” katanya.

Syamsuddin menjelaskan, karena masa pandemi covid-19 masih berlanjut, kini lembaga pendidikan melakukan beberapa terobosan baru untuk memberikan bahan pembelajaran yang tepat dan mudah terjangkau oleh siswa. Seperti, sekolah menggelar workhsop pembelajaran elektronik untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai sistem teknologi.

“Dengan penguasaan teknologi yang baik, maka guru bisa memberikan bahan ajar kepada siswa secara efektif. Bahkan guru diarahkan untuk membuat video tentang belajar menyenangkan kepada siswa,” tandasnya.

Sementara itu Walikota Bima HM Lutfi menyampaikan apresiasi serta rasa bangga atas pengabdian para tenaga pendidik yang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Menurut Lutfi, metode pendidikan yang efektif untuk saat ini adalah BDR luring, karena guru lebih intens berkomunikasi dan bertatap muka dengan siswa secara langsung. Sehingga saat menerima materi pelajaran beserta pembahasan lebih mudah diserap oleh siswa.

“Tapi keterbatasan jumlah tenaga pendidik juga menjadi faktor BDR luring kurang maksimal. Jalan keluarny adalah BDR daring, untuk mempermudah komunikasi siswa tanpa harus bertatap muka. Namun kondisi tersebut juga terdapat kendala, apabila ketersediaan aplikasi handphone android,” paparnya.

Maka dari itu tambahnya, diperlukan evaluasi serta langkah terobosan dinas beserta sekolah untuk melakukan metode pembelajaran yang tepat bagi siswa. Di antaranya membuka jadwal sekolah dengan sistem shift dan yang terpenting mengedepankan protokoler kesehatan Covid-19.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *