Pertemuan Terbatas di Ntori Wawo, Syafa’ad Jawab Keresahan Warga Soal Pupuk

Kota Bima, Kahaba.- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima HM Syafruddin – Ady Mahyudi (Syafa’ad) mengawali kegiatan kampanye yang ditetapkan KPU Kabupaten Bima dengan menggelar pertemuan terbatas di Desa Ntori Kecamatan Wawo, Jumat pagi (2/10).

Pasangan Syafa’ad saat pertemuan terbatas di Desa Ntori Kecamatan Wawo. Foto: Bin

Pertemuan yang dibatasi karena Pandemi Covid-19 tersebut berjalan baik. Kedatangan pasangan nomor 2 disambut hangat oleh warga setempat. Yel yel Perubahan dan Syafa’ad menang mengantar pasangan Syafa’ad menuju lokasi pertemuan.

Moment pertemuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga untuk menyampaikan keinginan. Seperti yang diutarakan oleh Abdurrahman Tamrin. Kata dia, warga desa setempat mayoritas petani, jika nanti Syafa’ad menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima, soal pupuk yang mencekik petani bisa dicarikan solusinya. Sehingga tidak sulit didapatkan dan tidak mahal untuk dibeli.

“Pupuk yang nonsubsidi kalau bisa dihapus, karena terlalu mahal,” inginnya.

Selain itu, Abdurrahman juga meminta agar bantuan benih jagung untuk Kecamatan Wawo dimaksimalkan, agar petani setempat bisa memanfaatkan untuk kesejahteraan petani.

“Saya berharap bantuan untuk sarana ibadah juga dimaksimalkan. Seperti masjid di Desa Ntori, hingga saat ini tidak kunjung selesai pembangunanya, bahkan kubah saja belum ada. Mohon dibantu jika nanti sudah menjadi pemimpin,” harapnya.

Menjawab aspirasi warga, H Syafruddin menegaskan, dirinya sudah memiliki pengalaman selama menjadi Wakil Bupati dan Bupati Bima. Soal pupuk, berdasarkan pengalamannya selama ini, harus diperkuat pada regulasi, dan distributor di tempatkan ditiap kecamatan.

“Jadi distributor nanti tidak hanya didominasi oleh orang per orang yang hanya berada di kecamatan tertentu. Jika kami Syafa’ad jadi pemimpin, maka soal pupuk kami tuntaskan. Tidak ada lagi kelangkaan, dan pupuk mahal,” terangnya.

Pasangan Syafa’ad saat pertemuan terbatas di Desa Ntori Kecamatan Wawo. Foto: Bin

Mengenai bantuan bibit kata H Syafruddin, penyalurannya harus disesuaikan dengan kondisi daerah. Pasangan Syafa’ad yang sudah memiliki pengalaman, akan memperhatikan serius masalah ini, agar bibit yang diberikan pemerintah tepat guna dan bermanfaat.

“Soal masjid, saya saat jadi Wakil Bupati Bima pernah membantu sebanyak Rp 100 juta untuk Masjid Desa Ntori. Jika warga Desa Ntori memenangkan Syafa’ad, akan kami tuntaskan,” katanya.

Sementara itu, Adi Mahyudi mengajak kepada warga Desa Ntori untuk totalitas mendukung dan memenangkan Pasangan Syafa’ad. Tetap bersama pasangan nomor 2, dan memantapkan hati untuk menuju Perubahan yang lebih baik.

Keinginan yang disampaikan warga tambahnya, akan diprioritaskan program program yang menyangkut kebutuhan dasar warga. Seperti kesehatan, pertanian dan pendidikan. Dan yang lebih penting, soal keagamaan yang rencananya akan membangun rumah Tahfiz Al Qur’an di tiap kecamatan.

“Di sektor kesehatan juga, kita berkeinginan untuk membangun rumah sakit rujukan di Bima. Sehingga kebutuhan kesehatan warga tidak sesulit sekarang, yang harus dirujuk ke luar daerah. Tentu saja, sarana dan SDM seperti dokter akan dimaksimalkan,” tambahnya.

*Kahaba-01/Adv

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *