Kanker Rahim Kronis, Mualaf Ini Butuh Uluran Tangan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Idap penyakit kanker rahim kronis, Aminah (64) warga Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima butuh bantuan biaya berobat.

Aminah berbaring di tempat tidur dengan kondisi kanker rahim kronis. Foto: Ist

Warga Kecamatan Bolo Sahrul Ramadan mengatakan, saat ini janda 4 anak itu dirawat di RSU Sondosia dan butuh rujukan supaya bisa dioperasi. Namun, perempuan yang menyatakan diri masuk Islam tanggal 06 Februari 2016 tersebut teryata tidak memiliki kartu BPJS, sehingga niat untuk operasi tertunda.

“Dia tidak pumya BPJS, padahal harus dioperasi,” ungkapnya, Sabtu (10/10).

Cerita Sahrul, untuk menyambung hidup, satu – satunya jalan yang dapat dilakukan ibu 4 anak itu hanya mengais rejeki dengan cara mengemis, karena tidak punya mata pencaharian lain.

“Dia sebelumnya menikah dengan laki-laki asal Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat,” katanya.

Ia berharap, pemerintah tidak apatis dengan kondisi seperti ini dan segera ambil bagian untuk membantu meringankan beban yang dialami warganya. Selain itu, ia juga berharap ada dermawam yang membantunya agar bisa berobat.

Warga Bolo lainnya, Atis Ika Ernawati mengatakan, derita yang dialami Ibu Aminah begitu memilukan. Pasalnya untuk menghidupi 4 orang anaknya, janda tersebut harus mengais rezeki dengan cara mengemis.

“Sekarang dia sakit. Tidak ada yang bisa dilakukan,” terangnya.

Ia membeberkan, setelah didatangi, Ibu Aminah ternyata menumpang hidup di sebuah TPQ desa setempat.

“Ibu Aminah tidak mempunyai tempat tinggal, sudah 3 tahun berdomisili di Sanolo, di kamar 2 X 2 meter di TPQ desa setempat,” ucapnya.

Dirinya berjanji untuk membantu Ibu Aminah, saat ini sedang mengurus administrasi agar mendapat bantuan dari pemerintah.

“Insya Allah kita siap membantu, bahkan kita sudah hubungi Pemerintah Desa (Pemdes) setempat dan Kepala Dinas (Kadis) Sosial untuk turun tangan,” tambahnya.

*Kahaba-10

 

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *