Aksi Teatrikal Mahasiswa STIE Tolak Pengesahan UU Cipta Kerja

Kota Bima, Kahaba.- Demontrasi penolakan pengesahan UU Cipta Kerja di Bima masih berlanjut. Kali ini, Aliansi Mahasiswa STIE Bima menggelar aksi yang sama di depan Kantor DPRD Kota Bima, Senin (12/10).

Aksi teatrikal mahasiswa di depan Kantor DPRD Kota Bima menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Foto: Bin

Aksi yang dihelat mahasiswa kali ini berbeda dari sebelumnya. Melampiaskan kekesalan karena tidak berhasil bertemu dengan para wakil rakyat, mereka menggelar teatrikal di jalan raya dan mengekspresikan penolakan terbitnya UU dimaksud.

Nampak 2 orang mahasiswa mengenakan almamater, berdiri menjadi wakil rakyat. Kemudian 3 orang mahasiswa duduk menjerit menggambarkan kondisi kesengsaraan akibat lahirnya UU Cipta Kerja tersebut.

Di tengah – tengah aksi tersebut, massa aksi yang berorasi menyampaikan bahwa pengesahan UU Omnibus Law yang kini menjadi isu nasional dinilai sangat merugikan buruh, karena beberapa hak nya telah dikurangi atau pun dicabut.

Maka terhadap masalah ini massa aksi menyampaikan tuntutan dengan mendesak agar pemerintah mencabut UU Cipta Kerja karena merugikan para pekerja.

“Kami juga mendesak partai politik dan anggota DPR RI yang mendukung pengesahan UU tersebut untuk bertaubat nasional dan meminta maaf atas penghianatan kepada rakyat ini,” tegas koordinator umum aksi, Yogi.

Selain itu, Meminta dan mendesak Presiden Jokowi agar mengeluarkan Perpu untuk membatalkan UU tersebut. Jika tuntutan itu tidak diindahkan, maka mereka tidak akan berhenti untuk menggelar aksi demonstrasi.

Aksi mahasiswa STIE Bima mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan aparat TNI. Hingga berita ini diterbitkan, massa masih menutup jalan utama depan Kantor DPRD Kota Bima.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *