Pemkot Bima Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Aneka

Kota Bima, Kahaba.- Setelah tahapan seleksi administrasi rampung, Pemerintah Kota Bima melalui Unit Pelayanan Penilaian Kompetensi (UPPK) memulai melaksanakan tahapan seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Dewan Pengawas dan Direksi Perusahaan Umum Daerah Bima (Perumda) Aneka Kota Bima, di aula kantor Pemerintah Kota Bima, Rabu (14/10).

Panitia Pansel Perumda Aneka Kota Bima saat kegiatan UKK di Aula Kantor Pemerintah Kota Bima. Foto: Eric

Sekretaris Pansel Dewan Pengawas dan Direksi Perumda Bima Aneka Ruslan menyampaikan, tahapan seleksi Calon Dewan Pengawas dan Direksi dilaksanakan selama 2 hari, mulai Rabu sampai Kamis (14-15/10).

Tim yang ditunjuk melaksanakan assesment yaitu UPPK BKD Provinsi NTB, yang terdiri dari 3 asesor yaitu, Erwin Rahadi, Sobri dan Astri Aditia Graha.

“Para peserta yang mengikuti tes diharapkan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya mengikuti seluruh tahapan dan hasil yang terbaik,” ujarnya.

Kata pria yang juga Kabag Perekonomian Setda Kota Bima itu, selama proses seleksi, 6 peserta akan mengikuti beberapa tahapan di antaranya, tes tertulis, simulasi leaderless group discussion, psikometri hingga penulisan dan pemaparan makalah.

“Dari tahapan seleksi ini para peserta akan diberikan penilaian oleh panitia berdasarkan kualitas kemampuan. Kemudian akan diurutkan berdasarkan nilai yaitu dari posisi nomor 1 sampai 3,” katanya.

Ruslan menambahkan, setelah mendapatkan peringkat dari 3 nama tersebut, maka peserta akan mengikuti seleksi tahap akhir yaitu wawancara akhir oleh kepala daerah. Untuk mengetahui kompetensi komunikasi, managerial hingga kepemimpinan apabila diamanahkan menjadi dewan direksi dan dewan pengawas.

“Ini tahapan akhir, kepala daerah akan memilih putra terbaik daerah untuk memimpin dan memajukan Perumda Aneka Bima,” tambahnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *