oleh

Ganti Bupati Bima Hal yang Fundamental, Begini Penjelasan Tim Paslon Syafaad

-Kabar Bima-21 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Darussalam, Tim Analis dan Strategis Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafruddin HM Nur – Ady Mahyudi (Syafaad) mengklaim pasangan nomor 2 akan memenangkan Pilkada Kabupaten Bima. Klaim tersebut bukan tanpa dasar, tapi berdasarkan hasil survei dan riset ilmiah.

Tim Analis dan Strategis Paslon Syafaad, Darussalam. Foto: Ist

Menurut Darus – sapaan akrabnya – indikator klaim menang tersebut karena mereka memiliki data dan standar kerja. Data itu berbasis survei, dan pada hasil survei ada sejumlah hal mendasar yang menjadi rujukan dan standar untuk merumuskan strategi, bukan sekedar soal elektabilitas.

“Dari hasil survei pada beberapa kuisoner dijelaskan bahwa ketidaksukaan publik atau keinginan publik untuk mengganti Bupati Kabupaten Bima itu menjadi hal yang fundamental,” ungkapnya, Senin (19/10).

Maka ia pun memberikan keyakinan bahwa 10 kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Bima menjadi lumbung kemenangan pasangan Syafaad. Strateginya pun tidak begitu sulit, tinggal mempertahankan basis dimaksud.

“Makanya di 2 bulan tersisa ini dirasa cukup untuk menuntaskan. Termasuk pada 8 kecamatan tersebut. Strateginya pun sudah siap, bukan perkara sulit, tapi sangat sederhana,” terangnya.

Darus mengungkapkan, pada Pilkada serentak ini yang paling mendasar, dan ini terjadi dihampir seluruh Pilkada di Indonesia bahwa faktor ketidaksukaan publik terhadap petahana selama ini adalah persoalan ekonomi. Masalah ini pun menjadi persoalan permanen, tidak bisa dirubah sebulan dua bulan.

Masalah ekonomi yang dimaksud itu kesejahteraan. Maka jika hasil riset ketika persoalan mendasar terhadap pemerintah seperti kesejahteraan ini menjadi strategi poin negatif terhadap pemerintah dan susah untuk dirubah.

“Lantas apakah kesejahteraan bisa diubah dengan politik uang, jelas tidak bisa. Harusnya dengan gagasan baru. Syafaad memiliki gagasan itu dan telah memiliki strategi untuk menyelesaikan itu semua, Insya Allah ini bukan pekerjaan yang berat,” tutur Darus.

Pada kesempatan itu ia juga membeberkan bahwa Paslon Syafaad telah mengetahui peta desa dan sejumlah persoalan mendasar. Itu dilakukan berdasarkan riset, bukan semata – mata klaim politik.

“Masing-masing desa itu sudah diketahui semua. Dan Syafaad sudah menyiapkan formula untuk ditangani,” ujarnya.

Dalam kerja politik sambung Darus, ada target dan skala prioritas. Pekerjaan harus dilakukan dengan terukur. 8 kecamatan yang menjadi garapan saat ini, juga akan dikerjakan secara serentak dengan 10 kecamatan yang akan memenangkan pasangan Syafaad.

“Sebenarnya yang membuat pekerjaan ini mudah, karena tingkat kekecewaan masyarakat terhadap kinerja petahana. Persoalan ekonomi dan kesejahteraan ini vital, makanya muncul harapan baru yang akan menyelesaikannya,” tambah Darus.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru