oleh

Terdampak Kekeringan, Yayasan KADAR Bor Air di Kelurahan Ule

-Kabar Bima-6 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan sarana air bersih di Kabupaten Boyolali, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Yayasan Kabua Dana Rasa (KADAR) Indonesia kembali menggalang gerakan kemanusiaan dengan mengebor air di wilayah yang terdampak kekeringan, salah satunya di Kelurahan Ule Kecamatan Asakota.

Tim Yayasan Kabua Dana Rasa saat mengebor titik air di Kelurahan Ule Kecamatan Asakota. Foto: Eric

Ketua Yayasan KADAR Indonesia Andang menyampaikan, saat ini beberapa kelurahan di Kota Bima mengalami dampak kekeringan yang berakibat kurangnya pasokan air bersih. Untuk langkah antisipasi, warga membeli air bersih guna memenuhi kebutuhan hidup.

“Melihat kondisi ini, kami melakukan aksi galang dana. Setelah terkumpul, disepakati pengeboran air,” ujarnya, Senin (19/10).

Andang menuturkan, agar pengeboran air berjalan baik, pihaknya bekerjasama dengan tim ahli dari Dinas PUPR untuk mengetahui tingkat kedalaman, besar debit air dan unsur keasamannya.

Seperti mulai dari mencari jalur sungai air dalam menggunakan metode geolistrik, kemudian mengurus perizinan di tingkat RT dan kelurahan, lalu negosiasi pelepasan tanah hibah yang nantinya dilakukan pengeboran dan pemasangan mesin pompa air.

Tidak hanya itu, kemudian dilanjutkan dengan mengajukan pemasangan listrik, diikuti dengan pengeboran, pemasangan pompa air, instalasi listrik dan pipa air.

“Alhamdulillah selama 1 bulan pengeboran kedalaman 74 meter dengan kondisi daerah bebatuan, kami berhasil mendapatkan air bersih,” ungkapnya.

Untuk keberhasilan pengeboran ini kata Andang, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyumbangkan dana untuk dipergunakan sesuai pemanfaatan. Bahkan rencana ke depan, hasil pengeboran air ini juga akan dialirkan pada masyarakat Kelurahan Melayu, menggunakan jaringan pipa.

Ia menambahkan, selain program pengeboran air dalam ini, pihaknya juga membagikan air bersih pada 6 titik lokasi yang mengalami krisis air di Kota Bima. Di antaranya Pondok Pesantren MTsN 1 Kota Bima, Lingkungan Binabaru RT 10, 11 dan 12, Lingkungan Tanjung RT 14, Lingkungan Wadu Mbolo RT 11 dan RT 12 Kelurahan Dara.

Sementara itu Lurah Ule Nursin menyampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan KADAR Indonesia yang telah membantu kebutuhan warganya.

“Atas nama Pemerintah Kota Bima dan masyarakat, kami sampaikan ucapan terima kasih. Semoga dengan segala kebaikan ini mendapat ridho dari Allah SWT,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru