oleh

Program Syafa’ad, Bangun Kemandirian Daerah dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

-Kabar Bima-10 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafruddin – Ady Mahyudi (Syafa’ad) memiliki visi terwujudnya Bima Makmur menuju Bima yang Maju, Aman, Kreatif, Mandiri, Unggul dan Religius.

Pasangan Syafa’ad saat bertemu warga Desa Tawali. Foto: Bin

Untuk mewujudkan visi tersebut, pasangan nomor urut 2 tersebut tentu akan melaksanakan sejumlah misi, di antaranya membangun kemandirian daerah dan meningkatkan  ekonomi  masyarakat.

Tim Pemenangan Paslon Syafa’ad Ipul menjelaskan, penjabaran dari misi tersebut terbagi dalam sejumlah aspek. Pertama misalnya, membangun kemandirian daerah dengan melakukan moderenisasi pengelolaan potensi sumberdaya alam berbasis tehnologi tepat guna.

“Ada banyak yang perlu dilakukan seperti pemetaan dan penataan potens-potensi SDA, kemudian pemanfaatan potensi SDA berbasis partisipatif dan berkelanjutan,” katanya, Selasa (20/10).

Tidak hanya itu, guna mendukung kehadiran investor di daerah, maka perlu adanya iklim investasi yang berbasis kearifan lokal. Dengan sumber daya alam yang luar biasa dimiliki Kabupaten Bima, maka harus dipikirkan dan dilaksanakan formula – formula yang bisa menarik kedatangan investasi, salah satu yang terpenting yakni pendekatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kemudian sambung Ipul, yang perlu dilakukan yakni industrialisasi berbasis produk pertanian, peternakan dan kelautan. Jika nanti Syafaad diamanahkan rakyat untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima, maka yang dilakukan yakni  membangun gudang penampungan dan industri pengolahan hasil pertanian, membangun RPH warga, pabrik pakan ternak dan industri pengolahan hasil peternakan dan membangun industri pengolahan hasil perikanan tangkap.

Aspek lain untuk membangun kemandirian daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat kata Kader PAN itu, membangun kawasan strategis sebagai pusat pengembangan ekonomi daerah berbasis komuditi unggulan.

Pasangan Syafa’ad saat menuju KPU Kabupaten Bima untuk mendaftar. Foto: Ist

Pembangunan itu bisa dilakukan pada Kawasan Tambora yang mencakup wilayah Sanggar Soromandi dan Donggo sebagai Kawasan Pariwisata Regional, Transmigrasi, Peternakan dan  Perikanan (KSPN Tambora). Kemudian kawasan strategis Lewamori yang mencakup Kecamatan Bolo, Woha dan Palibelo sebagai Pusat Ibukota.

Kawasan Strategis Perniagaan mencakup wilayah Kecamatan Woha, Bolo dan Sape. Kawasan Industri Garam dan Budidaya Ikan yang mencakup Kecamatan Bolo, Woha dan Palibelo. Kawasan  ekosistem  hutan yang mencakup wilayah Parado, Langgudu, Wawo, Donggo, Tambora dan  Lambitu sebagai Kawasan Industry Pariwisata  Lokal.

Kawasan Sabua Rawi mencakup wilayah Sape, Lambu, Wera dan Ambalawi sebagai wilayah Industri Pariwisata ( Perpres 32 tahun 2018  tentang badan otoritas pengelolaan Pariwisata  Labuan Bajo)

Kawasan Dou Sila mencakup Bolo, Madapangga, Soromandi sebagai kawasan pertanian produktif sebagai wilayah perdesaan baru dengan pengelolaan sektor lndustri unggulan pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.

Kawasan cagar budaya mencakup kecamatan Wawo, Lambitu, Donggo dan Soromandi. Kawasan agrobisnis bawang merah mencakup wilayah kecamatan Belo, Lambu, Sape, Wera, Woha dan Monta. kawasan pergudangan dan industri pengolahan agrobisnis jagung mencakup wilayah Kecamatan Wawo, Parado, Monta, Ambalawi, Soromandi dan Donggo.

Kawasan Sentra Peternakan Rakyat pada wilayah kawasan pelepasan budidaya sapi dan kerbau yang mencakup Kecamatan Wera, Lambu, Monta, Sanggar dan Tambora serta Kawasan Minapolitan pada wilayah sentra perikanan laut mencakup Kecamatan Sape, Langgudu dan Sanggar.

Uraian pada misi yang lain terang Ady yakni membangun investasi berbasis pada BUMD, BUMDes dan korporasi warga. Yang akan dilakukan nanti seperti menjadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pusat  investasi pengembangan ekonomi daerah. Kemudian menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lokomotif pembangunan ekonomi desa dan membangun korporasi usaha warga (Pertanian, Peternakan dan Kelauatan) sebagai lokomotif menggerakkan usaha warga.

Pasangan Syafa’ad saat memberikan sambutan di acara blusukan di Desa Kala Jena Kecamatan Wera. Foto: Bin

Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lanjut Ipul, perlu memperkuat kelembagaan keanggotan usaha warga seperti Poktan, Gapoktan, Korporasi dalam percepatan adopsi modernisasi pertanian oleh petani. Kemudian mendorong terbentuknya bisnis berskala ekonomi yang berorientasi pasar pada setiap kawasan desa.

“Pada aspek ini, diperlukan sinergi manajemen dan sistem hulu-hilir,” jelasnya.

Selain itu, melakukan fasilitasi pengembangan agro-industri dalam rangka peningkatan nilai tambah dan daya saing produk yang kuat. Dukungan teknologi tepat guna, pendampingan sistem budidaya dan pembangunan pergudangan dan industri pengolahan.

Memastikan ketersediaan pupuk bagi petani sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk di musim tanam dengan melakukan revitalisasi terhadap seluruh RDKK kelompok tani yang ada. Lalu menjamin ketersediaan modal bagi masyarakat untuk meningkatkan peluang usahanya dengan meningkatkan Akses Dana Bergulir bagi pelaku usaha mikro dan ultramikro. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi dengan memfasilitasi percepatan adopsi inovasi teknologi  budi  daya  dan industrialisasi pengolahan hasil pascapanen.

Mengembangkan komuditi agrobisnis dan agroindustri yang dapat meningkatkan pendapatan  petani, serta mendorong agar terjadi konsolidasi kelompok tani menjadi besar sehingga memiliki daya saing yang  kuat serta mendorong berkembangnya market place yang berorientasi pemasaran produk, baik yang bersifat business to business ataupun  business to consumers.

“Dengan sejumlah jam terbang Paslon Syafa’ad selama berada di birokasi, kami merasa yakin uraian dari bagian visi misi di atas mampu mewujudkan perubahan signifikan menuju Bima Makmur,” pungkasnya.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru