oleh

Potensi Kemenangan Syafa’ad di Kecamatan Sape Berbasis Data

-Kabar Bima-19 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bima H Syafruddin HM Nur – Ady Mahyudi (Syafa’ad) kini menjadi idola pada Pilkada Kabupaten di 2020. Keinginan masyarakat untuk berubah dan hidup lebih baik begitu kuat dan Paslon Syafa’ad dianggap sebagai solusi atas semua keresehan selama ini.

Tim Analisa dan Strategi Paslon Syafa’ad, Darussalam saat memberikan pendidikan politik untuk konstituen. Foto: Ist

Potensi kemenangan pasangan nomor urut 2 itu menyebar disebagian besar kecamatan. Termasuk di Kecamatan Sape.
Peluang keunggulan Syafa’ad di kecamatan itu bukan sekedar klaim politik, terlebih klaim berdasar soal hiruk pikuk Pilkada dalam medsos.

Tetapi, potensi kemenangan Syafru Ady berbasis pada data dan kerja tim yang sangat terukur serta sistematis sesuai dengan panduan strategi yang dimiliki pasangan Syafru-Ady.

Menurut Tim Analisa dan Strategi Darussalam, hingga saat ini data yang telah terverifikasi untuk kecamatan Sape, Syafa’ad berpotensi unggul di 12 desa. Ini menunjukan trend kenaikan suara yang sangat signifikan dan terjadi peningkatan yang sangat baik.

“Apabila dibandingkan dengan perolehan suara akumulasi Syafru Ady pada pilkada lalu sekitar 14.000, sekarang terus bergerak naik menuju target 20.000 suara,” ungkapnya, Kamis (22/10).

Menurut Darussalam, trend naiknya suara Syafru-Ady tidak lepas dari akumulasi kekecewaan publik Sape terhadap kepemimpinan yang ada sekarang.

Kekecewaan tersebut terkonsolidasi menjadi sebuah harapan kolektif warga untuk mengakhiri kepemimpinan yang tidak mampu menjawab ekspektasi warga selama 5 tahun belakangan ini.

Ekspetasi publik kemudian bak gayung bersambut dengan tawaran gagasan besar pasangan Syafa’ad yang dianggap sangat sesuai dengan ekspektasi masyarakat Sape yang memang telah lama mendambakan perubahan, terutama pada sektor agraris sebagai salah satu sektor yang fundamental untuk menjawab peningkatan kesejahteraan masyarakat Sape.

“Pilihan publik Sape ini tentu sudah tidak bisa berubah, alasannya sangat logis yaitu rasa trauma masyarakat sape terhadap kepemimpinan 5 tahun belakangan yang tidak mampu menjawab peningkatan kesejahteraan seperti apa yang dijanjikan pada masa lampau,” paparnya.

Darussalam mengungkapkan, Pasangan Syafa’ad masih terus mengelola secara baik kekecewaan publik tersebut menjadi harapan bersama untuk menjawab problem akut masyarakat Sape, dengan beberapa strategi yang akan menguatkan potensi kemenangan Syafru Ady di kecamatan Sape.

“Waktu yang tersisa ini, sangat cukup untuk terus mendongkrat suara Syafru-Ady dengan racikan strategi yang telah dipersiapkan oleh tim Syafru Ady, sehingga target suara mampu dicapai bahkan dilampaui,” terangnya.

Ia menambahkan, demikian juga dengan sejumlah kecamatan lain. Hal yang sama dirasakan masyarakat dan menginginkan Perubahan menuju Bima Makmur. Sehingga pada Pilkada kali ini, Syafa’ad akan melaju dan merebut kemenangan besar bersama masyarakat Kabupaten Bima.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru