oleh

DLH Kota Bima Terapkan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Sebagai syarat untuk menjadi Kota Adipura atau Kota bersih, tidak saja dilihat dari keindahan, tapi juga dari kurangnya presentase pengangkutan sampah tiap tahun.

Kepala DLH Kota Bima H Alwi Yasin. Foto: Bin

Maka untuk mewujudkan semakin berkurangnya pengangkutan sampah, pada tahun 2021 DLH Kota Bima akan menjalankan program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

Kepala DLH Kota Bima H Alwi Yasin menyampaikan, program tersebut merupakan tindaklanjut Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas) dan Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) yaitu mengurangi sampah.

Mewujudkan itu, maka masyarakat harus bisa memilah sampah-sampah plastik atau sampah non organik. Setelah dipilah, tidak boleh dibawa ke TPA. Tapi sampah non organik yang tidak bisa dijual, akan dibakar dalam skala kecil menggunakan tungku operasi sampah tuntas yang ada di kantor DLH.

“Untuk sampah organik, masyarakat harus pintar mengelolanya menjadi kompos,” jelas Alwi, Kamis (22/10).

Dengan demikian kata Kadis, masyarakat atau organisasi kepemudaan harus memiliki peran dalam mewujudkan itu semua, dengan cara menyediakan tempat sampah organik dan non organik.

“Buanglah sampah organik dan non organik secara terpisah, agar penanganan sampah bisa teratasi dengan baik,” imbaunya.

Menurut Alwi, banyak dan sedikitnya sampah tergantung dari jumlah penduduk dan pola hidup kekinian yang cenderung instan dengan cara memesan makanan lewat online. Karena sudah jelas, makanan yang dipesan tersebut akan diantar menggunakan plastik, kemudian cikal bakal menjadi sampah.

“Kami akan targetkan tiap tahun, ada 2 persen pengurangan sampah yang dibuang ke TPS,” ungkapnya.

*Kahaba-05

Komentar

Kabar Terbaru