oleh

Ini Alasan Perubahan Syafru-Ady dan Ganti Bupati Bima

-Kabar Bima-49 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menurut Tim Analis dan Strategi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bima Syafru-Ady, Darussalam, gagasan perubahan itu berangkat dari fakta obyektif dan potensi yang dimiliki oleh daerah. Bukan rahasia lagi jika kondisi Kabupaten Bima sekarang ini mengalami kemunduran yang sangat luar biasa.

Pasangan Syafa’ad saat memberikan sambutan di acara blusukan di Desa Kala Jena Kecamatan Wera. Foto: Bin

“Hal tersebut menjadi bentuk kegagalan pemimpin Kabupaten Bima dalam mengemban amanah Rakyat,” ungkapnya, Minggu pagi (8/11).

Kata Darussalam melalui penjelasan dan narasi ilmiah, obyektif yang dilatari riset dan kajian, rendahnya IPM yang hanya 66.37 dan pendapatan perkapita masyarakat Kabupaten Bima yang hanya 8,6 juta, jauh di bawah rata rata perkapita di NTB yaitu 10 jutaan.

“Ini merupakan indikator fundamental untuk menyimpulkan kepemimpinan Bupati Bima sekarang,” katanya.

Tim Analisa dan Strategi Paslon Syafa’ad, Darussalam saat memberikan pendidikan politik untuk konstituen. Foto: Ist

Ia melanjutkan, IPM Kabupaten Bima yang terburuk sepulau Sumbawa tersebut menunjukan masalah besar disektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Bima. Demikian halnya dengan rendahnya pendapatan perkapita memperlihatkan bagaimana problem kesejahteraan warga yang semakin memprihatinkan.

Karena itu, sambungnya, pilihan yang paling obyektif dan realistis perubahan tersebut dimulai dari perubahan yang paling fundamental yaitu Ganti Bupati Bim yang nyata-nyata gagal menjalankan tugas, fungsi dan amanah yang telah diberikan.

“Karena tidak mungkin kita bicara soal gagasan besar di Kabupaten Bima sebelum ganti Bupati Bima yang telah menunjukan kinerja buruk dan justru membawa Kabupaten Bima semakin mengalami kemerosotan dan kemunduran yang luar biasa,” ucapnya.

Ia kembali mengungkapkan, penjelasan Cawabup H Dahlan pada debat yang mengatakan bahwa imposible untuk menaikan IPM Kabupaten Bima masuk dalam rangking 3 besar di wilayah NTB dalam kurun 5 tahun ke depan. Ini jelas semakin menegaskan bahwa memang pemimpin sekarang disorientasi dan membenarkan kegagalan kepemimpinannya.

“Inilah makna kenapa harus ganti Bupati Bima, karena mustahil kita kemudian mengharapkan perubahan bisa terjadi pada kepemimpinan yang nyata-nyata telah menunjukan kegagalan yang sangat fundamental tersebut,” pungkasnya.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru