oleh

Masyarakat Sape Sadar dan Bosan di PHP, Syafru-Ady Menang 12 Desa

-Kabar Bima-82 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ketua Tim Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bima Syafru-Ady di Kecamatan Sape, Ma’aruf menegaskan Paslon Nomor Urut 2 itu menang di 12 desa dari 18 Desa se-Kecamatan Sape.

Ketua Tim Paslon Syafru-Ady Kecamatan Sape Ma’aruf bersama Paslon saat blusukan di Desa Sangia. Foto: Bin

Keyakinan menang tersebut bukan tanpa alasan. Karena menurut Ma’aruf masyarakat Sape yang selama ini dianaktirikan, menginginkan perubahan dan kemajuan untuk tanah kelahiran.

“Petahana saat Pilkada 2015 lalu menang. Tapi selama menjabat, apa yang didapatkan Sape. Kami masyarakat Sape ibarat anaka tirinya pemerintahan 5 tahun yang lalu,” ungkapnya disela sela blusukan Paslon Syafru-Ady di Kecamatan Sape, Selasa (10/11).

Ia menyebutkan, dari 18 desa di Kecamatan Sape, 12 desa sudah dikuasai oleh Paslon Syafru-Ady. Seperti Desa Sangia menang antara 60- 65 persen, Desa Bugis 65 persen, Desa Parangina 55 persen, Desa Rai Oi Syafru-Ady menang 55 persen, Desa Naru Barat 60 persen, Desa Tanah Putih 70 persen.

“Tinggal pekerjaan berat kami tim di Sape bagaimana masuk dan menenangkan Syafru-Ady di Desa Sari, Desa Poja, Desa Kowo dan Desa Buncu,” sebutnya.

Secara keseluruhan sambung Pengurus Partai Demokrat Kabupaten Bima itu, di Sape Syafru-Ady menang 60-70 persen. Tingga beberapa desa yang masih bertahan dengan Paslon lain, dibujuk dan diberikan pendidikan politik, bagaimana agar pada moment ini masyarakat memilih pemimpin yang benar – benar bisa berpihak pada kepentingan rakyat.

“Dari 12 desa itu, kami menargetkan pada satu desa lagi, sehingga Sape menjadi penyumbang kemenangan besar untuk Syafru-Ady,” Ma’aruf.

Untuk memenangkan Paslon Nomor 2 itu, ia kembali menegaskan tim Kecamatan Sape akan melakukan segala upaya. Apalagi ditambah dengan kondisi masyarakat yang sudah mulai kapok dan tidak ingin terus diberi harapan palsu oleh pemimpin sebelumnya.

Terlebih selama ini di Kecamatan Sape, tidak ada progran pembangunan yang nampak. Sumber daya manusia di Sape juga tidak ada yang dimanfaatkan dalam birokrasi.

“Masyarakat Sape bosan di PHP. Perhatian juga ini selalu anak tiri wilayah Sape,” ungkapnya lagi.

Ma’aruf menambahkan, Sape kini menjadi lumbung kemenangan Paslon Syafru-Ady. Semua sudah sadar dan menginginkan agar ada peralihan kepemimpinan.

“Ganti Bupati Bima harga mati. Kami ingin ada perubahan di Kabupaten Bima, khususnya di Sape. Maka Syafru-Ady lah solusinya,” tegas Ma’aruf.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru