oleh

Jangan Biarkan Bima Mundur Lagi, Bersama Syafru-Ady Wujudkan Bima Makmur

-Kabar Bima-356 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Gerakan Perubahan sebagai simbol perlawanan rakyat atas kegagalan dan kekecewaanya terhadap pemerintah hari ini tidak terbendung lagi. Rakyat mendambakan perubahan dalam hidupnya, rakyat menginginkan kenyamanan dan keamanan dalam aktifitasnya, rakyat jenuh dengan keadaan yang stagnan.

Muhammad Aditya Ardin selaku generasi milenial Paslon Syafru-Ady. Foto: Ist

Demikian pernyataan pembuka yang disampaikan Muhammad Aditya Ardin selaku generasi milenial Paslon Syafru-Ady.

Menurut dia, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dimana-mana rakyat berteriak tentang kesulitan hidup. Petani berteriak tentang pupuk langka dan mahal, petani garam berduka akan nasibnya yang tak kunjung baik, harga garam sangat rendah dan membuat mereka melakukan blokir jalan dan menabur garam di jalanan.

Demikian juga dengan para petani jagung, mereka tidak merasakan sama sekali kehadiran pemerintah ketika masa panen tiba. Harga jagung jauh di bawah harga Dompu dan Sumbawa. Belum lagi mengeluhkan bibit didapatkan dari pemerintah yang buruk. Aliansi petani jagung melempari ruang rapat DPRD Kabupaten Bima dengan bibit jagung WK tahun kemarin.

Bukan itu saja sambung Aditya, tidak ketinggalan juga para nelayan dan peternak, mereka mengeluhkan hal yang sama dengan petani dan petambak garam.

“Kondisi ini terus berulang selama 5 tahun terakhir. Bandingkan dengan pada saat 18 bulan H Syafruddin memimpin Kabupaten Bima, tidak ada kegaduhan petani tentang masalah pupuk. Petani juga diberikan jaminan akan bibit berkualitas dan kecukupan saprodi lain,” ungkapnya, Kamis (12/11).

Kata Aditya, predikat bapak pembangunan memang pantas diberikan kepada H Syafruddin. Betapa tidak, dalam sekejap Kantor Bupati Bima dibangun, jalan dua arah dibuat, perluasan landasan bandar udara dikerjakan, ASN dan aparat desa diperhatikan dan diberi kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan tugasnya.

“Tidak ada intervensi, tidak ada intimidasi, apalagi praktek patgulipat upeti proyek dan mahar jabatan, semua dilaksanakan dengan profesionalisme dan standar pelayanan paripurna,” urainya.

Ia menambahkan, kondisi yang dicita-citakan bagi semua pihak tentang pemerintahan adalah pelayanan yang melayani, kemudahan yang memudahkan, dan itu hanya terjadi pada masa H. Syafruddin.

Reposisi ulang atas kebijakan yang berpihak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat menjadi sebuah keharusan ke depan. Bima Makmur yang diusung Paslon Syafru-Ady yang kemudian disambut gegap gempita melalui Gerakan Perubahan oleh rakyat, menjadi spirit perjuangan untuk lima tahun ke depan.

“Karenanya, saya dengan tegas mengatakan, cukup sekali kita salah pilih, jangan biarkan Bima mundur lagi. Saatnya kita jemput Perubahan, menuju Bima Makmur,” katanya.

*Kahaba-01/Adv

Komentar

Kabar Terbaru