oleh

83 Siswa SMKN 3 Kota Bima Ikuti Ujian Kompetensi Keahlian

-Kabar Bima-271 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P-1) SMK Negeri 1 Lingsar Provinsi NTB, sebanyak 83 siswa dari 3 Kompetensi Keahlian SMKN 3 Kota Bima mengikuti Uji kompetensi Keahlian selama 3 hari, mulai Senin sampai Rabu (29-31/3).

Siswa SMKN 3 Kota Bima saat mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian yang dilaksanakan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P-1) SMK Negeri 1 Lingsar Provinsi NTB. Foto: Ist

Direktur LSP P-1 SMKN 1 Lingsar Ahmad Sabli menyampaikan, secara kelembagaan LSP P-1 merupakan bagian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 satu-satunya otorisasi untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja.

“Kami memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan ujian sertifikasi profesi, baik itu kalangan sendiri suatu lembaga termasuk di antaranya SMK dan Perguruan Tinggi (PT),” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, selama 3 hari pihaknya selaku assesor memiliki kewenangan untuk menguji 5 skema, di antaranya Pariwisata, Teknologi Terbarukan, Tata Boga, Tata Busana dan Perhotelan. Kemudian untuk khusus SMKN 3 Kota Bima yang diuji adalah skema Perhotelan, Tata Boga dan Tata Busana.

Kemudian untuk semua materi yang diuji akan disesuaikan waktu, agar siswa tetap bisa mengerti dan memahami tugas yang akan dikerjakan. Seperti contoh untuk skema perhotelan mulai dari front office, reservasi, skipping hingga laundry.

“Setelah semua siswa berhasil mengikuti tahapan ujian kompetensi keahlian, maka mereka berhak mendapat sertifikat kompetensi keahlian langsung dari BNSP Berlogo Garuda yang telah memiliki standar nasional bahkan internasional. Sertifikat ini berguna bagi alumni ini untuk bekerja di perusahaan besar baik di Indonesia hingga manca negara,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMKN 3 Kota Bima Jainuddin mengungkapkan, pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan SDM peserta didik. Ini mengingat tantangan global yang setiap tahun terus berkembang, terutama Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) yang mengharuskan calon pekerja memiliki keahlian serta kecakapan.

“Melalui ujian ini peserta mendapatkan ilmu dan kompetensi, yang akan mengantarkan mereka pada dunia kerja sesungguhnya. Tanpa harus meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, namun bisa langsung aktif bekerja,” bebernya.

Lewat pelatihan ini pula, pihaknya memiliki komitmen kuat untuk menyiapkan kompetensi peserta didik pada masing-masing kompetensi keahlian yang diselenggarakan. Mulai dari soft skill, hard skill yang memang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

“Dengan kegiatan ini juga kami ingin menguji kompetensi dan mengukur sejauh kemampuan peserta didik secara mandiri,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru