oleh

STIH Muhammadiyah Bima Gelar Workshop Kurikulum MBKM

Kota Bima, Kahaba.- STIH Muhammadiyah Bima menggelar Workshop Kurikulum di Aula H Thayeb Abdullah kampus setempat, Rabu (8/9). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dosen, alumni, mahasiwa, mitra, user atau pengguna. Mulai dari Polres Bima, Polres Bima Kota, Kantor Advokat, Notaris, Ketua Bawaslu Kota Bima dan Kabupaten Bima, Ketua KPU Kabupaten Bima, BPMDes, Bagian Hukum Pemkab Kota Bima dan Kabupaten Bima, Sekdes, Kades yang juga sebagian besar dari Alumni STIH Muhammadiyah  Bima.

Foto bersama perserta Workshop Kurikulum MBKM yang digelar STIH Muhammadiyah Bima. Foto: Ist

Dalam sambutannya BPH STIH Muhammadiyah Bima H Ilyas Sarbini menyatakan bahwa Workshop Kurikulum merupakan bagian penting dalam tata kelola perguruan tinggi yang bermutu, agar mampu mengarungi perubahan yang ada.

“Workshop ini bagian dari respon kita terhadap visi Presiden RI dalam mewujudkan SDM Indonesia Maju, berupa konsep link and match antara industri dan pendidikan. Kemudian diterjemahkan Kemendikbud Ristek Dikti ke dalam Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” jelasnya.

Menurut Ilyas Sarbini, inti dari MBKM ini adalah kampus wajib menyediakan skema 3 semester untuk mahasiwa bisa belajar di luar prodi. Baik  lewat pertukaran pelajar maupun dengan pembelajaran di luar kampus.

“Kampus berkewajiban untuk menyiapkan skema pilihan bagi mahasiwa yang berminat belajar di luar prodi dan kampus, mulai dari pertukaran mahasiswa, KKN Tematik, magang,  proyek kemanusiaan, riset mandiri, kewirausahaan, mengajar, dan lain-lain,” paparnya.

Sementara itu, Ketua STIH Muhammadiyah Bima, Doktor Ridwan menjelaskan, program MBKM ini merupakan terobosan yang bagus.

“Filosofinya semesta pembelajaran tidak mesti mutlak di ruang kelas, perpustakaan, atau laboratorium. Di luar itu banyak ruang untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalaman sesuai minat dan bakatnya mahasiwa,” ujar Ridwan.

Diskusi kemudian dipandu oleh Wakil Ketua 1 STIH Muhammadiyah Bima, Syamsuddin dan Ketua LP2M Hajairin.

Ragam masukan mata kuliah, sampai pada penambahan matakuliah baru dan penambahan Bobot SKS mata kuliah tertentu yang memang dibutuhkan di dunia kerja. Juga muncul tawaran untuk segera dilasanakan MoU.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru