oleh

Kadis Dikpora Tiap Detik Minta Uang

-Kabar Bima-768 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Selain masalah kekurangan uang sertifikasi guru yang selama beberapa tahun belum terbayarkan, PGRI Kota Bima juga mengeluhkan kerapnya terjadi pungutan terhadap para guruyang dilakukan oleh oknum Dinas Dikpora Kota Bima.

Suasana Audiensi pengurus PGRI dengan Walikota Bima
Suasana Audiensi pengurus PGRI dengan Walikota Bima. Foto: Bin

Seperti yang dilaporkan oleh  Ketua PGRI Kota Bima Drs. H. Sudirman, guru-guru mengeluh akibat seringnya Kepala Dinas Dikpora Kota Bima meminta uang dengan berbagai alasan. Setiap kegiatan di Dinas Dikpora Kota Bima seperti kegiatan Mulid Nabi, kegiatan Hardiknas, kegiatan kedatangan Wakil Menteri Pendidikan, bahkan untuk mengambil SK Inpasing para guru selalu diminta menyetorkan sejumlah uang.

Akibat seringnya diadakan kegiatan-kegiatan tersebut, dengan nada sindiran Sudirman mengatakan “Setiap detik Kepala Dinas Dikpora ini minta uang ke guru-guru.” Lanjutnya, walaupun secara nominal setoran para guru untuk mendanai kegiatan itu kecil karena tak lebih dari Rp 10 ribu, namun hal itu dinilai tak patut dilakukan.

Karenanya, dalam kesempatan audiensi dengan Walikota Bima itu ia mempertanyakan apakah pungutan setiap kali kegiatan sebanyak Rp10 ribu tersebut merupakan arahan Pemkot atau tidak. Karena sikap Kepala Dinas Dikpora Kota Bima tersebut memancing kemarahan guru-guru.

Mendapatkan pertanyaan itu Walikota Bima tidak memberikan apa-apa. Namun Kepala Dinas Dikpora Kota Bima Drs. H. Suryadi yang dicegat saat keluar dari ruangan Walikota Bima usai kegiatan audiensi membantah pernyataan H. Sudirman tersebut.

Kata dia, yang disebutkan oleh Ketua PGRI Kota Bima itu merupakan program kebersamaan Kepala Sekolah di Kota Bima, bukan atas perintahnya. “Pungutan uang itu bukan arahan dan perintah saya. Nama saya disebutkan tadi karena Walikota Bima adalah atasan saya,” kilahnya. [BK]

Komentar

Kabar Terbaru