Oknum Guru Tampar Siswa Akhirnya Minta Maaf

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Oknum Guru SMAN 2 Woja Kabupaten Dompu berinisial YN, yang melakukan kekerasan kepada siswanya bernama RM akhirnya secara resmi meminta maaf kepada orang tua korban. (Baca. Oknum Guru SMAN 2 Woja Terancam Dilapor Polisi)

Ilustrasi

Permintaan maaf ini berlangsung di ruangan kerja Kepala Sekolah SMAN 2 Woja, Senin (1/10). Dihadapan Kasek dan orang tua siswi Agus Marsudin, YN mengaku menyesali perbuatanya

”Peristiwa kemarin itu murni kekhilafan dan kekeliruan. Saya meminta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi pada siswa yang lain juga,” janjinya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Woja Khaeril Alimin menyayangkan kejadian kekerasan yang dilakukan oleh bawahannya itu. Tapi menurut dia, kejadian itu sifatnya spontanitas atas kekecewaan guru terhadap muridnya.

”RM di kelas itu satu – satunya siswi utusan sekolah yang telah ditunjuk untuk mewakili sekolah dalam acara Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) di Gedung Pemuad Dompu. Karena tidak hadir, akhirnya spontan membuat guru emosi,” katanya

Yang terpenting sambung Khaeril, YN sudah meminta maaf secara terbuka dihadapan orang tua siswi tersebut. Dan orang tua siswi, akhirnya memafkan YN yang sudah mengakui kesalahanya.

”Alhamdulillah orang tua siswi menerima permintaan maaf YN dan saling memaafkan dihadapan kepala sekolah dan guru yang hadir,” jelasnya.

Terlepas YN sudah meminta maaf, dirinya sebagai Kepala SMAN 2 Woja pun meminta maaf atas perbuatan dan sikap bawahanya.

Khaeril juga mengucapkan terimakasih kepada para awak media yang sebelumnya sudah memberitakan kejadian ini. Sebab kata dia, ini bisa dijadikan pelajaran bagi YN atau guru – guru lain.

”Kejadian ini akan kami jadikan pengalaman dan pelajaran terutama bagi para guru di sekolah ini,” tuturnya.

*Kahaba 09

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *