Pemilihan OSIS SMKN 1 Kilo, Wadah Pendidikan Politik Pelajar

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Pendidikan politik bagi setiap pelajar menjadi suatu kewajiban. Mengingat mereka inilah yang akan segera menjadi warga masyarakat yang memiliki hak pilih (pemula) dalam setiap perhelatan pesta demokrasi.

2 orang Komisioner PPK Kecamatan Kilo hadir dan mendampingi langsung proses Pemilihan Ketua OSIS SMKN 1 Kilo. Foto: Ady

“Jangan sampai mereka buta politik. Apalagi politik sudah menjadi kewajiban bagi setiap warga negara yang sudah memiliki hak pilih,” kata Kepala SMKN 1 Kilo Landa, kemarin.

Pendidikan politik bagi SMKN 1 Kilo kata dia, diterapkan langsung melalui pemilihan OSIS (Pilos) untuk periode 1 tahun kedepan. Berbagai proses tahapan, mulai dari penjaringan bakal calon, penyampaian visi misi, hingga kampanye diberikan kepada para bakal calon ketua OSIS.

“Pilos ini sebagai media pembelajaran politik bagi para siswa sehingga dikemas seperti Pemilu yang sesungguhnya. Ada beberapa tahapan dalam Pilos yang harus dilewati para kandidat,” jelasnya.

Landa melanjutkan, selain tahapan kegiatannya ini juga memberikan edukasi tentang management kepemimipnan dan manajement logistik, seperti membuat dan mengatur TPS selayaknya pelaksanaan pemilu.

”Ini pembelajaran dan pendidikan pemilu yang luar biasa buat siswa. Jadi memilih pemimpin dan menjadi pemimpin harus melalui proses demokrasi,” bebernya.

Ia berharap, dengan Pilos ini para siswa ketika kembali dan berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat bisa menjadi garda terdepan, menjadi lampu penerang buat masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi yaitu pemilu 2019. Karena pantauannya selama ini, banyak terjadi perselisihan, perpecahan dan keributan dalam masa-masa politik.

Sementara itu, Komisioner PPK Kecamatan Kilo, Alam Setiawansyah yang turut menfasilitasi kegiatan tersebut, sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan seperti ini.

Menurut dia, kegiatan ini adalah sebagai wujud dari pendidikan regenerasi penyelenggara pemilu, karena sesuai dengan amanat Undang-Undang No 7 2017 tentang pemilu bahwa menjadi PPK, PPS hanya 2 periode saja.

Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan motivasi yang luar biasa buat siswa. Jangan cukup untuk menjadi KPPS, PPS atau PPK, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi komisioner KPU.

”Jadi siapa lagi yang melanjutkan tongkat penyelenggara Pemilu di tingkat Kecamatan, maupun di tingkat Kabupaten. Kalau bukan mereka ini,” cetusnya.

Untuk diketahui, dalam gelaran Pilos ini dihadiri sejumlah komisioner PPK Kecamatan Kilo, kepala sekolah, Wakasek, dan Pembina OSIS. Peran guru dan para undangan dalam Pilos ini, dimaksudkan untuk mengontrol dan memastikan bahwa pasangan calon yang disaring menjadi 3 pasang itu betul-betul kredibel dan memiliki rekam jejak akademis yang bagus. Tahapan-tahapan kegiatan ini, sendiri difasilitasi oleh tim penilai dari Guru dan pihak PPK Kecamatan Kilo.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *