Saling Serang Dengan Panah, 2 Pelajar Ini Berurusan Dengan Polisi

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Gara-gara memiliki keahlian memanah, 2 pelajar berinisial MR (17) asal Lingkungan Swete Barat Kelurahan Bali 1 Dompu, dan OS (14) asal Dorongao Kelurahan Kandai Satu, terpaksa diamankan Polisi.

2 pemuda yang selalu terlibat aksi saling memanah sat diamankan di Polres Dompu. Foto: Ist

Kedua pelaku melakukan aksinya 19 Oktober – 20 Oktober 2018 lalu. Aksi memanah 2 pelajar tersebut membuat warga geram. Bahkan terjadi aksi pemblokiran jalan di lingkungan Simpasai, lantaran warga yang tidak terima atas yang dilakukan dua pelaku pemanah tersebut.

Kabag Ops Polres Dompu, IPTU Kardhianto SH MH, mengatakan pengungkapan aksi memanah oleh 2 pemuda ini berdasarkan laporan masyarakat. Warga sangat resah dengan aksi mereka. Pasalnya saat beraksi, keduanya diketahui dalam keadaan pengaruh minuman alkohol.

”Saat ini warga sangat ketakutan akibat aksi ektrim kedua pelaku ini,” ucapnya dalam keterangan pers, Kamis (25/10) kemarin.

Kardhianto membeberkan, aksi 2 pelaku ini pun sering mendapatkan korban seperti aksi MR terhadap korban Ismi asal Manggeasi Jumat (19/10) lalu. Pelaku memanah dan mengenai kaki kiri bagian belakang Ismi. Kemudian OS, kepada korban Junaidin Sabtu (20/10) asal Simpasai melakukan aksi yang sama yaitu memanah korbannya, hingga melukai pantat korban.

Ia mengungkapkan kedua aksi tersebut telah memancing reaksi masyarakat, dan sempat terjadi pemblokiran jalan.

”Aksi mereka seperti Robin Hood, memanah sambil mengendarai motor. Dan, pengakuan keduanya melakukan karena balas dendam.” terangnya.

Polres Dompu, dalam hal ini akan terus mengusut tuntas kasus tersebut. Ia pun, meminta kepada masyarakat agar kasus tersebut diserahkan sepenuhnya pada Kepolisian.

”Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti berupa panah dan sejumlah busurnya telah diamankan di Mapolres Dompu,” tambahnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *