Gudang Obat Kadaluarsa Dompu Sering Dibobol Maling

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Abubakar Husain menyampaikan, obat kedaluwarsa yang terkumpul sejak tahun 2012 lalu masih tersimpan di gundang, baik obat berbentuk tablet maupun cairan.

Gudang obat kadaluarsa Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu terus menjadi incaran dan beberapa kali gudang tersebut dibobol maling. Foto: Ady

Namun demikian, gudang tersebut kini menjadi incaran bahkan sudah beberapa kali dibobol maling, ada juga yang berhasil ditangkap tapi karena beberapa pertimbangan akhirnya dimaafkan.

Menurutnya, tindakan melawan hukum itu tidak saja membahayakan kesehatan mereka, karena mengonsumsi obat keras yang sudah kedaluwarsa. Tetapi juga membuat bangunan gudang rusak.

”Kalaupun mungkin tidak dapat mereka obat yang dicari karena banyak jenisnya di dalam tapi kan rusak juga bangunan gudang itu,” jelasnya, kemarin.

Selain rawan pencurian, obat-obatan tersebut juga sudah waktunya untuk dimusnahkan. Jika terus ditumpuk kondisinya akan membahayakan. Tetapi persoalannya, tambah dia, dari beberapa kali rencana pemusnahan pihaknya selalu terkendala anggaran dan pembentukan panitia, termasuk rekanan yang akan memusnahkannya.

Untuk memanfaatkan insinerator rumah sakit dikhawatirkan akan menimbulkan masalah lantaran alat tersebut diketahui sampai saat ini belum mengantogi izin operasional.

”Kendala belum dimusnahkan itu terutama dana dan kepanitiaan, insinerator rumah sakit juga kan belum berizin,”  ujarnya.

Sejak tahun 2012 lalu memang pihaknya selalu menjumpai adanya obat kedaluwarsa yang diamankan ke gudang, tetapi ke depan di tengah meningkatnya pengadaan saat ini ditargetkan nihil obat kedaluwarsa di semua pusat pelayanan kesehatan.

”Jadi teknisnya nanti yang mendekati masa kedaluwarsa itu dipakai dulu baru kemudian dimanfaatkan obat-obat baru,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam gudang tersebut terdapat obat-obat kedaluwarsa, berbentuk cair hingga tablet dan kapsul. Terutama tramadol, dextro dan sejenisnya.

*Kahaba-09

 

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *