Kilo dan Kempo Dihantam Banjir Bandang, Puluhan Rumah Terdampak

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Dompu, 3 desa masing – masing Desa Mbuju Kecamatan Kilo, Desa Tolokalo dan Desa Songgajah Kecamatan Kempo tergenang banjir bandang, Senin (3/12).

Banjir bandang di Kilo dan Kore. Foto: Ist

Informasi yang dihimpun media ini, puluhan pemukiman warga di 2 Desa di Kecamatan Kempo, diterjang air bah sejak siang hingga sore hari. Kondisi ini mengharuskan warga dievakuasi dan menyelamatkan seluruh harta benda.

Demikian juga yang terjadi di Desa Mbuju Kecamatan Kilo, sekitar 4 rumah di Dusun Kambu dan Matompo tergenang air, hingga diatas lutut.

Kades Mbuju Abdullah Mursalin mengungkapkan, 3 dusun di wilayah desanya terendam banjir.

”Mpolo, Kambu dan Matompo, terdampak luapan banjir,” ucapnya.

Akibat banjir tersebut, sebagian pemukiman warga tergenang air. Tercatat sekitar 5 rumah di Dusun Kambu dan Matompo terdampak. Yang paling parah itu persawahan dan perkebunan warga.

Tidah hanya itu, banjir kali ini pun menutup beberapa titik jalan raya penghubung Kilo dan Kore. Seperti yang terjadi di Dusun Mpolo, dan Dusun Matompo.

”Saat ini airnya sudah surut. Namun, jalan-jalan itu kini tertutup lumpur dan kerikil,” pungkasnya.

Dikatakannya, banjir tersebut akibat luapan air gunung dan aliran sungai. Kalau hujannya lama, pasti sasarannya pemukiman dan jalan raya. Karena sungai sudah semakin dangkal dan sempit.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tolokalo Sopian yang berhasil di konfirmasi via telepon, membenarkan bahwa di lokasi 2 Desa di Kecamatan Kempo kembali di hantam banjir.

”Banjir menerjang hampir semua rumah warga dan seluruh bangunan yang ada di Desa kami,” ungkapnya.

Menurut dia, banjir tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, dengan ketinggian air sekitar satu meter. Airnya sangat deras dan merendam sebagian kebun warga.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *