Kempo Dalam Ancaman Anjing Gila, Delapan Anak Jadi Korban

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Nyawa seluruh warga Desa Kempo dan sekitarnya kini terancam bahaya. Serangan anjing terjangkit rabies (anjing gila) bagai musuh dalam selimut kembali merajalela. Setidaknya dalam sepekan ini, sudah 8 orang menjadi korban. Rata-rata korban tersebut anak-anak berusia 1 hingga 10 tahun.

MN, korban gigitan anjing gila saat dirawat di PKM Kempo. Foto: Ist

Kejadian terbaru, Selasa (4/12) siang pukul 12.00 Wita. Seorang anak bernama MN berusia 4 tahun asal Dusun Padamara Desa Kempo, diterkam anjing gila hingga mengalami luka di bagian kaki, badan dan kepalanya.

Kepada media ini, seorang warga Desa Kempo Rio membenarkan kejadian tersebut. Diceritakannya, saat itu korban sedang asyik bermain, lalu tiba-tiba anjing muncul pas di depannya. Melihat anjing itu, korban berusaha mengusir.

Meski anjing yang diusir tersebut menjauh, tetapi ternyata anjing tiba-tiba menerkam dari belakang korban. Akibat kejadian itu, bocah itu digigit anjing di kaki sebelah kiri, badan dan kepalanya robek.

“MN berteriak minta tolong, hingga keluarga dan warga berdatangan dan mengusir anjing itu,” paparnya.

Setelah berhasil diusir anjing tersebut. Korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Untung saja MN cepat dirawat dan diberi obat oleh petugas Puskesmas. Soalnya, gigitan anjing itu dalam dan sangat berbahaya.

Sementara itu, Kepala Puskemasmas Kempo Faisal mengatakan, kondisi korban saat ini sudah lebih baik.

”Untung saja cepat dibawa kesini, soalnya kondisi lukanya sangat dalam dan membahayakan,” jelasnya.

Ia pun berharap, kepada seluruh masyarakat Kecamatan Kempo untuk selalu waspada dan berhati-hati dengan keganasan anjing gila. Pasalnya, gigitan bisa menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara baik.

”Warga harus lebih sigap dan waspada, kalau ada yang ketahuan diterkam anjing gila, langung saja dibawah Puskesmas,” sarannya.

Untk diketahui, saat ini sebagai warga di Desa Kempo, Soro, Konte, dan Ta’a sangat ketakutan dan resah. Untuk itu, mereka berharap pemerintah segera menindak atau menangkap anjing-anjing ini.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *