oleh

Tagih Perda CSR dan Ketenagakerjaan, Mahasiswa Ngamuk ke DPRD Dompu

-Kabar Dompu-0 kali dibaca

Kabupaten Dompu, Kahaba.- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Muslim (FKMM), berunjuk rasa di depan gedung DPRD Dompu, Senin (10/12).

FKMM berunjuk rasa di depan gedung DPRD Dompu. Foto: Ist

Kehadiran mereka menagih janji anggota DPRD Dompu menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Coorporate Social Responsibily (CSR) dan Ketenagakerjaan.

Dalam orasinya, massa aksi mengaku telah beberapa kali menggelar unjukrasa guna memperjuangkan 2 Perda tersebut. Bahkan, telah beberapa kali melakukan hearing dan mendapatkan persetujuan anggota dewan.

“Pihak anggota DPRD sudah mengiyakan dan berjanji untuk menerbitkan Perda itu,” ujar Caca Handika, orator.

Namun, nyatanya hingga telah selesai dibahas anggaran 2019 tidak ada tanda-tanda pembahasan mengenai produk 2 Perda tersebut.

“Mereka (DPRD, red) bisanya hanya janji-janji saja. Padahal, kedua itu berkaitan erat dengan nasib rakyat Dompu di masa depan nanti,” jelasnya

“Rakyat tidak tahu kemana dana-dana CSR dari perusahaan-perusahaan besar yang ada di Dompu selama ini,” sambung Caca.

Dalam UU Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), jelas disebutkan dana CSR untuk rakyat miskin yang ada di suatu daerah sebesar 2 persen.

“Inilah pentingnya Perda, sebab sudah berpuluhan tahun Dompu tidak ada Perda CSR. Sehingga ada indikasi dana CSR itu dimakan oleh oknum pejabat,” tudingnya.

Sementara itu, Ketua Cabang HMI Dompu Herdiawan, membeberkan sikap anggota dewan di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini yang terus membohongi rakyat.

“Memang ini wataknya dan karakter yang mewabah sama anggota dewan yakni pandai berjanji bohong,” sorotnya.

Kata dia, kaitannya dengan tuntutan hari ini, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi gedung DPRD. Terakhir, para wakil rakyat itu bahkan sudah mendulang janji bohong. Pada aksinya beberapa waktu lalu, anggota legislatif dari Fraksi Nasdem berjanji akan memperjuangkan penerbitan 2 Perda tersebut.

Pantauan media ini, aksi ini berujung ricuh. Pasalnya, massa aksi tidak merasa tidak puas dan bertemu dengan anggota dewan. Alasannya, sedang tidak ada di tempat. Massa pun mengamuk dengan melempari kantor DPRD Dompu dan memblokir jalan dengan membakar ban bekas.

Melihat keberingasan mahasiswa tersebut, beberapa orang pegawai DPRD pun keluar, dan mengejar serta berusaha menangkap massa aksi tersebut. Akibatnya, aksi saling kejar mengejar dan adu jotos terjadi. Aksi ini sendiri tidak mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian, tampak hanya beberapa orang aparat yang berpakaian intel saja yang ada.

*Kahaba-09

Komentar

Kabar Terbaru