oleh

Tolak Bangun Sayap Kantor, Dewan: Pelayanan Air Bersih Juga Termuat Dalam RPJMD

-Kabar Kota Bima-168 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin getol menolak rencana pembangunan sayap kantor Walikota Bima. Pasalnya, masih ada hal yang lebih diprioritaskan seperti kebutuhan air bersih warga, dari pada menghabiskan anggaran puluhan miliar untuk sayap kantor. (Baca. Rencana Bangun Sayap Kantor Walikota Bima Dikritik, Warga: Kami Butuh Air Bersih)

Anggota DPRD Kota Bima Amir Syarifuddin. Foto: Bin

Menurut duta PKS itu, jika bicara saya kantor termuat dalam RPJMD, bukan berarti dokumen itu tidak bisa diutak-atik. Lagi pula, penyediaan layanan dasar air bersih juga termuat dalam RPJMD, bahkan penyediaan lapangan kerja baru. (Baca. Pembangunan Sayap Kantor Walikota Bima Dinilai Proyek Ambisius dan tidak Prioritas)

“RPJMD itu itu bukan Al Quran yang tidak bisa utak-atik. Sekarang tinggal pilih mau prioritas utama yang mana, di tengah sebagian masyarakat yang krisis air bersih,” terangnya, Rabu (18/11). (Baca. Pembangunan Sayap Kantor Walikota Bima, Bagian Penting Capaian Strategis RPJMD)

Pada kesempatan itu, Amir juga mengomentari soal dirinya yang dianggap nyinyir terhadap rencana pembangunan sayap kantor Walikota Bima itu. Jika anggota dewan yang mengkiritisi rencana kerja pemerintah dan itu dianggap nyiyir, ia pastikan pada pejabat itu untuk belajar bernegara lagi. (Baca. Bangun Sayap Kantor Walikota Bima, Pemkot Siapkan Anggaran Rp 26 Miliar)

Sebab, salah satu tugas dan wewenang DPRD itu adalah ada di Tatib Dewan Pasal 45 Ayat 1 Poin C yaitu melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD.

“Jadi kalau fungsi pengawasan kami dianggap nyiyir, pejabat ini aneh menurut saya,” tegasnya.

Kata Amir, setiap pihaknya turun di wilayah barat baik secara resmi reses maupun kunjungan lainnya, maka hujatan masyarakat yang meminta merealisasikan janji air bersih tidak pernah selesai sampai hari ini.

“Bahkan makian masyarakat sudah menjadi hal yang lumrah bagi kami, dan tidak ada masyarakat minta dibangun kan tambahan kantor baru,” ungkapnya.

Bahkan sampai hari ini sambungnya, di wilayah Tanjung masih ada masyarakat yang mengais air dari bocoran pipa PDAM. Lantas pertanyaannya negara ini hadir untuk siapa. Uang yang dikelola oleh pemerintah itu uangnya siapa.

“Peka dikit dong. Cita-cita besar Soekarno untuk membangun Kalimantan dengan wacana Ibu Kota baru saja bisa dipahami oleh Jokowi dan masih ditunda karena dianggap kita sedang dalam resesi,” pungkasnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru