oleh

Tasyakuran Rumah Relokasi, Walikota Minta Warga Segera Tempati Hunian

-Kabar Kota Bima-220 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima H Muhammad Lutfi menghadiri tasyakuran perumahan relokasi Kadole dan Oi Fo’o Senin kemarin. Tasyakuran digelar di kawasan Huntap Kadole kelurahan Oi Fo’o.

Walikota Bima saat menyampaikan sambutan pada acara tasyakuran rumah relokasi. Foto: Dok Hum

Hadir juga pada kegiatan tersebut Dandim 1608/Bima Kapten (Inf) Teuku Mustafa Kamal, lurah setempat, para pokmas dan warga masyarakat yang bermukim di Huntap Kadole.

Ketua Panitia Kelompok Masyarakat (Pokmas) “Karawi Sama” Jauhar Mahbub menyampaikan segenap rasa syukur kepada Allah SWT, juga kepada Pemerintah Kota Bima yang telah merealisasikan bantuan Rumah Relokasi Banjir untuk masyarakat yang terdampak banjir pada tahun 2016 lalu.

Sementara itu, Dandim 1608/Bima dalam arahan singkatnya menyampaikan agar bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah ini agar bisa ditempati, dirawat dan dijaga, agar hunian benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dengan maksimal.

Di tempat yang sama, Walikota Bima menjelaskan bahwa pemukiman yang dibangun ini merupakan bantuan dana yang diberikan oleh BNPB untuk masyarakat yang terdampak banjir pada 2016 lalu. Rumah relokasi ini dibangun di tiga titik yakni di Lingkungan Kadole, Oi Fo’o, dan Jatibaru.

“Alhamdulillah anggaran ini bisa dimaksimalkan, walaupun ada sebagian yang kita kembalikan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Diakui Lutfi, pembangunan ini dilakukan secara cepat sejak 2018 lalu, agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak banjir 2016 lalu. Prosesnya pun bekerjasama dengan TNI.

Diyakinkannya pula kepada masyarakat bahwa hunian yang ada nantikan akan dibangun beberapa fasilitas tambahan seperti PAUD, TPQ dan sarana prasarana lainnya secara bertahap.

“Insyaallah daerah ini akan terbangun dengan luar biasa. Sarana prasarana akan dibuat d sini, ada PAUD, TPQ, ini yg akan kita buat ke depannya,” bebernya.

Ia juga berharap, beberapa kendala yang terjadi segera dilaporkan kepada pihak penyedia agar segera diselesaikan, baik itu air maupun listrik, sehingga kendala-kendala terkait air bisa diatasi dan masyarakat bisa menikmati hunian yang nyaman bebas dari banjir.

Masyarakat juga diminta secara sadar untuk segera menempati hunian ini, karena di tahun 2021 akan dilaksanakan normalisasi sungai dengan anggaran Rp 230 miliar oleh JICA (Jepang) untuk dua sungai yakni sungai Melayu dan Padolo.

Diakhir acara Walikota Bima bersama seluruh masyarakat dengan penuh keakraban berdiskusi dan membuka sesi tanya jawab guna mengetahui secara langsung berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi juga kesan selama berada di Huntap Kadole.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru