oleh

SMAN 1 Sosialisasi Pelaksanaan SNMPTN 2021

Kota Bima, Kahaba.- Memberikan pemahaman terhadap orang tua siswa tentang proses dan mekanisme penjaringan persiapan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021, SMAN 1 Kota Bima menggelar sosialisasi di aula sekolah setempat, Sabtu (13/2).

Sosialisasi SNMPTN 2021 yang digelar SMAN 1 Kota Bima di Aula sekolah setempat. Foto: Eric

Kegiatan dimaksud juga dihadiri Ketua Panitia SNMPTN 2021 Dahlan, Wakasek Humas Syaifullah serta puluhan wali murid dari siswa kelas XII.

Kepala SMAN 1 Kota Bima Dedi Rosady menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menyampaikan kepada orang tua bahwa dari 311 jumlah siswa kelas XII, 125 di antaranya berhak (eligible) mendaftarkan diri masuk perguruan tinggi berkompoten di Indonesia.

“Kami sampaikan selamat kepada wali murid yang hadir karena untuk sementara putra dan putrinya lolos tahapan berikutnya, yaitu mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN),” ujarnya.

Menurut Dedi, setelah informasi ini diterima pihaknya akan membimbing dan membantu wali murid dan peserta didik untuk melakukan tahapan berikutnya, seperti pengisian dan pendaftaran  SNMPTN. Mengingat tahapan ini sangat penting, maka pihaknya akan membantu untuk memberikan bantuan bimbingan agar lebih terarah.

Ia menyebutkan, adapun beberapa perguruan tinggi yang dituju dan telah lolos seleksi awal oleh siswa adalah UNRAM, UGM, UNHAS, UNAIR, UNDIP, UI, STAN, Statistik, IPDN dan perguruan tinggi lain.

“Kami berharap kepada wali murid beserta siswa memanfaatkan waktu dengan sebaiknya, karena ini merupakan kesempatan emas untuk siswa melanjutkan studi,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia SNMPTN SMAN 1 Kota Bima Dahlan meminta kepada seluruh wali murid yang hadir terlebih dahulu melakukan dialog dengan putra dan putrinya terkait jurusan yang akan dipilih nanti, berdasarkan keinginan dan kemampuan siswa. Sehingga bisa sesuai dengan program studi mana yang akan dipilih, dan presentasi kelulusan sangatlah tinggi.

“Seperti kita ketahui masih ada orangtua siswa yang terkesan memaksakan kehendak agar anaknya memilih jurusan sesuai keinginan mereka. Padahal ini sangat tidak membantu dan berdampak pada psikologis siswa. Maka kami minta agar menyerahkan keputusan itu pada siswa, yang mengetahui kemampuannya sesuai jurusan yang diinginkan,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentar

Kabar Terbaru